Gubernur Jambi, Al Haris, secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Jambi untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai situasi yang tengah berkembang di tanah air. Imbauan ini disampaikan dalam pertemuan penting dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Jambi di rumah dinasnya pada Minggu (31/8).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan Jambi tetap dalam kondisi aman dan kondusif, mengingat pentingnya stabilitas bagi roda perekonomian daerah. Gubernur mengingatkan bahwa menjaga marwah sebagai 'Negeri Melayu' berarti menghindari isu adu domba dan provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
Langkah ini diambil menyusul adanya insiden unjuk rasa yang berujung anarkis pada Jumat (29/8) hingga Sabtu (30/8) dini hari di beberapa wilayah. Al Haris menekankan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban adalah milik bersama, demi keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Kondusifitas Demi Stabilitas Ekonomi Jambi
Gubernur Jambi, Al Haris, secara khusus menyoroti dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh situasi tidak kondusif terhadap sektor ekonomi. Menurutnya, kericuhan dan kemacetan jalanan akan langsung mengganggu aktivitas perdagangan dan belanja masyarakat, yang pada akhirnya merugikan semua pihak.
Oleh karena itu, imbauan Gubernur Jambi ini tidak hanya sekadar seruan moral, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk melindungi perekonomian lokal. Masyarakat diminta untuk memberikan pemahaman kepada keluarga agar tidak terpancing isu-isu yang berpotensi memicu kekacauan.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Forkompinda bertekad untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali. Hal ini penting agar kegiatan ekonomi dapat berjalan lancar tanpa hambatan, memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika nasional.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Forkompinda dan Penegasan Hukum
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, Forkompinda Jambi telah mengadakan diskusi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga rektor dari berbagai universitas di Jambi.
Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga situasi di Jambi tetap aman dan terkendali, mengingat provinsi ini memiliki adat istiadat yang kuat. Diskusi yang dilakukan secara kekeluargaan ini diharapkan dapat meredam potensi konflik dan memperkuat persatuan.
Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Polisi Krisno H. Siregar, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa polisi akan bertindak sesuai undang-undang. Jika kegiatan unjuk rasa berjalan anarkis, pihak kepolisian tidak akan ragu untuk menindak tegas pelaku. Kapolda juga menambahkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku unjuk rasa anarkis yang terjadi sebelumnya, menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum.
Advertisement
Sumber: AntaraNews