Kaesang Janji Gaet Tokoh Besar Masuk PSI Jika Dirinya Jadi Ketum Lagi: Bukan Satu, Insya Allah Banyak

Kaesang menyebut akan ada banyak tokoh besar bergabung ke partainya.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Kaesang Janji Gaet Tokoh Besar Masuk PSI Jika Dirinya Jadi Ketum Lagi: Bukan Satu, Insya Allah Banyak
Kaesang Kembali Daftar Jadi Calon Ketum PSI (Liputan6)

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep kembali membuat kejutan. Dalam proses pencalonan dirinya sebagai Ketum PSI periode berikutnya, Kaesang menyebut akan ada banyak tokoh besar bergabung ke partainya.

“Tokoh besar itu bukan hanya satu, tapi insya Allah akan sangat-sangat besar, banyak tokoh yang bergabung dengan PSI,” ujar Kaesang usai mendaftarkan diri dalam Pemilu Raya PSI, Sabtu (21/6).

Menarik tokoh besar ke PSI, kata Kaesang, merupakan bagian dari janji politiknya kepada para kader. Meski begitu, dia belum mau membocorkan siapa sosok-sosok yang dimaksud.

"Terima kasih, itu salah satu janji politik saya kepada kader-kader PSI yang nanti memilih saya sebagai ketua umum di periode berikutnya," ucapnya.

Selama proses Pemilu Raya, Kaesang juga menyampaikan bahwa dirinya mengajukan cuti dari posisi Ketua Umum. Dia telah menyerahkan surat cuti tersebut ke Dewan Pembina dan menyerahkan sepenuhnya keputusan soal pelaksana harian partai.

"Siapa yang nanti jadi pelaksana harian, kami serahkan kepada Dewan Pembina," kata Kaesang.

Jokowi Batal Maju Ketum PSI

Kaesang memastikan Jokowi tidak ikut berkompetisi sebagai caketum PSI. Alasannya, seorang ayah dan anak tidak mungkin saling berkompetisi. Kaesang dan Jokowi sudah berbicara mengenai hal ini.

"Saya sudah berkomunikasi dengan beliau, saya sudah 1 minggu ini di Solo dan baru saja tadi mendarat pukul 15.00 WIB tadi. Mengenai beliau akan menjadi ketum atau tidak, itu sudah kami obrolkan di seminggu terakhir ini, dan nggak mungkin juga, anak sama bapak saling berkompetisi," kata Kaesang.

Kaesang meyakinkan ke Jokowi untuk memberikan kesempatan ke anak muda untuk memimpin. Menurutnya, anak muda merupakan pemimpin masa kini.

"Yang saya yakinkan kepada beliau adalah satu, berilah kesempatan kepada anak muda. Anak muda itu bukan pemimpin masa depan, anak muda itu pemimpin masa kini," ujarnya.

Rekomendasi