Lembaga Survei Indikator kembali mengeluarkan hasil survei terbaru mengenai 'Evaluasi Publik Atas Kinerja Presiden Dan Kabinet Merah Putih'.
Hasil survei terbaru dilakukan Indikator mencatat masyarakat melihat atau menilai kondisi ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih stagnan.
Peneliti Utama Indikator, Rizka Halida mengatakan, ada lima hal ditanyakan kepada responden mengenai kondisi ekonomi nasional saat ini. Responden ditanyakan perihal apakah ekonomi nasional saat ini sangat baik, baik, sedang, buruk atau sangat buruk.
Menurut Rizka, dari hasil survei, 47,8 persen responden menilai ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi sedang. Sementara 28,2 persen responden lainnya menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi baik.
"Dan kalau kita lihat hasilnya di sini yang menjawab sedang lebih banyak 47,8 persen," kata Rizka saat memaparkan hasil survei Indikator secara daring, Senin (27/1).
Advertisement
Tren Kondisi Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Rizka mengatakan, survei ini dilakukan Indikator pada 16-21 Januari 2025. Dari hasil survei tersebut, persepsi positif publik terhadap kondisi ekonomi masih stagnan dibandingkan dengan dua survei sebelumnya.
"Sementara yang naik ini yang kuning, yang sedang ini naik dan yang nilai buruk cenderung turun dibandingkan survei-survei sebelumnya. Tapi persepsi positif terhadap kondisi ekonomi masih stagnan," pungkas Rizka.
Diketahui, populasi survei ini adalah seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Survei Nasional yang punya hak pilih dalam Pemilihan Umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1220 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of emor—MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quuality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control fidak ditemukan kesalahan berarti.