Golkar soal Arah Koalisi: Paling Telat Bulan Agustus

Wakil Ketua Umun Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, partainya enggan terburu-buru dalam memilih sikap koalisi.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Golkar soal Arah Koalisi: Paling Telat Bulan Agustus
Elektabilitas Golkar Naik pada Survei Litbang Kompas, Nurul Arifin: Jadi Acuan Saja. ©2023 Merdeka.com/darmadi sasongko

Partai Golkar hingga saat ini belum menentukan sikap arah koalisi menjelang Pilpres 2024. Berbeda dengan PPP yang telah resmi bekerja sama dengan PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres.

Wakil Ketua Umun Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, partainya enggan terburu-buru dalam memilih sikap koalisi. Sebab, masih ada waktu dua bulan lagi sebelum pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kalau kata ketua umum kami sih 2 bulan inilah kita akan tentukan kita mau berkoalisi dengan siapa begitu, dan kita maunya lebih dari dua begitu supaya pilihannya tambah banyak, dan seandainya harus dua putaran juga tidak masalah toh itu sudah diakomodir juga dalam undang-undang," kata Nurul, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (28/6).

Lebih lanjut, dia menyampaikan, jika Partai Golkar tidak ingin tergesa-gesa menentukan arah politiknya. Dia menyebut paling lambat keputusan itu akan diambil bulan Agustus mendatang.

"Tapi yang jelas memang sampai saat ini Golkar belum menentukan sikap. Jadi masih enggak mau buru-buru lah, tenang-tenang, paling telat bulan Agustus lah," imbuh dia.

Sebagai informasi, Partai Golkar saat ini tergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan PAN dan PPP. Namun, PPP sudah resmi bekerja sama dengan PDIP.

Sementara, Partai Golkar dan PAN juga tengah berkomunikasi intens dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang dibangun oleh Partai Gerindra dan PKB.

Akan tetapi, hingga saat ini PAN dan Golkar belum menentukan sikap apakah akan bergabung dengan koalisi Gerindra-PKB, koalisi Perubahan atau koalisi PDIP.

Rekomendasi