Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, Patai Amanat Nasional (PAN) mengedepankan semangat keterbukaan dan merangkul setiap golongan. Hal itu menjadi ciri khas dan kekuatan besar PAN.
Emrus mengatakan pendekatan keterbukaan dan merangkul membuat masyarakat bersimpati terhadap partai besutan Zulkifli Hasan itu. Simpati tersebut berdampak positif pada elektabilitas PAN.
“Komunikasi politik yang dilakukan PAN saya kira sangat menyejukkan, sifatnya plural dan kemudian terbuka,” ujar Emrus, Jumat (16/6).
Dalam sejumlah survei, elektabilitas PAN memang menunjukkan tren yang positif. Pada survei terbaru Indonesian Political Opinion (IPO) menunjukkan, elektabilitas PAN mencapai 5 persen, mengalahkan PKS yang hanya memperoleh 4,8 persen.
Perolehan elektabilitas tersebut, membuat PAN berhasil melewati ambang batas parlemen yakni empat persen.
Advertisement
Berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas PAN juga menunjukkan tanda-tanda kenaikan signifikan. Pada bulan Mei di angka 3,2 persen, naik 100 persen dibanding bulan Januari yang hanya di angka 1,6 persen.
Pada survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas PAN juga terus mengalami kenaikan. Pada bulan Mei mencapai elektabilitas PAN berada di angka 3,1. Pada bulan April, elektabilitas PAN mencapai 2,0 persen, meningkat 100 persen dari bulan Maret yang berada di 1,0 persen.
“PAN ke depan bisa melampaui parliamentary threshold,” ucap Emrus.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com