Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dekat. Partai politik mulai menyiapkan nama calon yang akan maju merebutkan kursi di Pemilu mendatang. Meski begitu, ada tantangan yang harus mereka hadapi guna memenangkannya.
Tantangan tersebut bukan hanya datang dari kepribadian yang diharapkan masyarakat, tetapi juga berbagai masalah yang sering dialami. Mulai dari infrastruktur, akses pendidikan, kesehatan, hingga angka kemiskinan yang terus meningkat.
Pengamat politik, Adi Prayitno mengatakan, calon pemimpin di Pemilu 2024 tidak harus selalu milenial. Karena yang utama adalah dapat menyelesaikan masalah yang mengakar di masyarakat.
"Pemimpin yang disukai masyarakat adalah sosok yang bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Yang bisa berdiskusi secara langsung. Menyampaikan keluh kesah kesulitan kehidupan yang dialami," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jum'at (19/5).
Berita lengkap mengenai Pemilu 2024 bisa dibaca di Liputan6.com
Advertisement
Tantangan Gubernur yang Kembali Calonkan Diri
Di sisi lain, Adi mengungkapkan terdapat beberapa nama gubernur yang berpotensi kembali untuk menang di Pemilu mendatang. Salah satunya, Ridwan Kamil yang berpotensi menjabat kembali Gubernur Jawa Barat.
"Untuk saat ini Ridwan Kamil yang paling kuat potensial untuk maju di Jawa Barat dengan penantang yang sudah mulai terlihat. Seperti Saan Mustopa dari NasDem, kemudian Syaiful Huda dari PKB (Partai Kebangkitan Nasional), dan Desy Ratnasari serta Wali Kota Bogor Bima Arya dari PAN (Partai Amanat Nasional)," ujarnya
Meski begitu, Adi menilai, banyak tantangan yang perlu dihadapi Ridwan Kamil apabila kembali mencalonkan diri. Contohnya masalah infrastruktur yang perlu diperbaiki.
"Yah, saya kira-kira banyak, seperti infrastruktur jalan di Jawa Barat masih banyak yang kurang bagus. Di Bekasi Kota Narogong banyak jalan yang kurang terurus. Lalu, jalanan di Cileungsi yang perlu diperhatikan dari sisi transportasinya," terangnya.
Advertisement
Potensi Ridwan untuk Kembali Menang
Sementara Pengamat LIPI Wasisto menilai tantangan tersebut bukan jadi penghalang untuk Ridwan kembali menang di Pemilu mendatang. Sebab, mantan Wali Kota Bandung itu sudah memiliki pengalaman dan sepak terjang di dunia politik.
"Tentu potensi RK (Ridwan Kamil) untuk bisa menang lebih besar karena faktor pengalaman dan jam terbang," ungkapnya.
Adapun berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Kamis (11/5). Elektabilitas Ridwan Kamil tertinggi dalam simulasi 8 nama calon gubernur di Pilgub DKI Jakarta 2024. Ridwan berhasil memperoleh angka 23,3 persen. Dibawahnya ada Sandiaga Uno 19,5 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 11,3 persen.
Selanjutnya, Gibran Rakabuming Raka 10,3 persen, Ahmad Sahroni 8,1 persen, Heru Budi Hartono 5,8 persen, Ahmad Riza Patria 5,4 persen, dan Bima Arya Sugiarto 0,8 persen. Tidak menjawab 15,6 persen.
Reporter Magang: Alya Nurfakhira Zahra
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com