Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan langkah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Deli Serdang tidak mencerminkan sikap kesatria. Bahkan, kata AHY, pernyataan itu dikemukakan banyak seniornya di TNI yang juga senior KSP Moeldoko.
Menurut AHY, senior di TNI itu merasa malu dengan perilaku Moeldoko yang ingin merebut Partai Demokrat.
"Menurut mereka perilaku KSP Moeldoko tidak mencerminkan sikap kesatria apalagi patriot sebagai prajurit yang pernah digembleng di Lembah Tidar," kata AHY di kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/4).
Oleh sebab itu, menurut AHY, dengan mengangkat kembali isu terkait upaya KSP Moeldoko untuk mengambil alih Partai Demokrat sudah tidak menarik. Selain itu, AHY mengklaim karakter Moeldoko yang tidak baik sudah diketahui masyarakat secara luas.
"Karena kami yakin saat ini rakyat sudah sangat paham karakter dan perilaku tidak baik dari KSP Moeldoko, khususnya dalam kehidupan politik dan demokrasi Indonesia," ujar dia.
Advertisement
AHY Duga Moeldoko Ingin Rebut Lagi Demokrat untuk Gagalkan Pencapresan Anies
AHY menyampaikan hal ini menjadi menarik karena tindakan seorang Moeldoko dengan jabatan Kepala Staf Presiden (KSP) dibiarkan begitu saja oleh para elit pemerintah.
"Tetapi yang lebih yang lebih menarik lagi sekarang, betapa perilaku tidak terpuji tersebut seolah dibiarkan begitu saja. Padahal yang bersangkutan adalah kepala staf Presiden Republik Indonesia," kata AHY.
AHY sebelumnya menduga Moeldoko mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap kasasi kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang ditolak untuk menggagalkan pencapresan Anies Baswedan. Sebab, PK tersebut diajukan sehari setelah Demokrat resmi mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.
"KSP Moeldoko mengajukan PK pada tanggal 3 Maret 2023. Tepat satu hari setelah Partai Demokrat secara resmi mengusung Saudara Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden," ujar AHY saat konferensi pers di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin (3/4).
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com
Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com