Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika membantah baliho Anas Urbaningrum yang dipasang dekat rumah Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menganggu Partai Demokrat. Dia bilang, baliho menyambut bebasnya Anas Urbaningrum itu tersebar di mana-mana.
"Yang saya tahu Demokrat ada di Jalan proklamasi bukan di sana ya. Jadi saya kira enggak ada kaitan. Ada juga di tempat yang lain. Saya dikirimin ada juga di Jawa Timur ada," ujar Gede di kantor DPP PKN, Jakarta, Selasa (21/2).
Gede mengatakan, baliho itu yang memasang bukan dari PKN. Karena tidak ada satupun di baliho Anas terpasang logo PKN.
"Kalau dari PKN langsung saja lengkapin logo ya kan sekalian promosi," ujarnya.
Menurut Gede, baliho Anas Urbaningrum yang memasang adalah teman mantan ketua umum Demokrat itu. Menurut dia, teman-teman Anas tidak hanya dari PKN.
"Yang namanya teman-teman kreasi kan susah juga ya kan. Mas Anas ini temannya banyak sekali, tidak hanya di PKN, di ormas-ormas, teman-teman beliau banyak sekali. Sehingga kita tidak bisa menghalangi orang. Apalagi yang bayar-bayar mereka sendiri ya kan," jelasnya.
Advertisement
Sebelumnya, papan iklan raksasa di Arah Jakarta Tol Jatikarya sempat membuat heboh beberapa waktu lalu. Sebab, billboard memuat foto mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum itu berdiri tak jauh dari kediaman Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor.
Diketahui, Anas memiliki hubungan yang panas dengan SBY dan Demokrat sejak kasus Hambalang mencuat ke publik. Baliho itu memuat tulisan singkat 'Tunggu Beta Bale' yang berarti tunggu aku kembali.
Pemilik billboard Sparx Advertising mengungkapkan, papan iklan tersebut dijadwalkan terpasang selama satu bulan. Namun, dia enggan membeberkan siapa yang memasang billboard tersebut.
"Dia satu bulan tapi mereka ada rencana mau perpanjang buat satu tahun ke depan. Yang ini (arah Cileungsi) rencana mereka, Anas, mau pakai juga," kata dia.
Meskipun demikian, petugas tersebut menyebut billboard ini dipasang oleh pihak partai politik. Sayangnya, dia tak menyebut partai mana yang dimaksud.
"Partai," ujar dia.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com