Mencuat isu wacana Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang diduetkan dengan Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP Ganjar Pranowo. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII Fraksi Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily mengaku, partainya tetap dengan pendiriannya yakni Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden (Capres).
"(Muncul duet Prabowo-Ganjar) Golkar kan Airlangga, kalau Golkarnya ya," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/11).
Kendati demikian, untuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belum melakukan pembahasan terkait hal tersebut. Karena, hal itu akan dibahas oleh para ketua umum partai.
"Kalau KIB masih belum dibahas ya, karena nanti akan dibahas bersama antara para ketua umum terkait dengan fitur yang nanti akan dicalonkan oleh KIB," ujarnya.
Advertisement
Ace menegaskan, partai berlambang pohon beringin ini tetap ingin Airlangga sebagai Capres pada Pilpres 2024 mendatang.
"Tapi soal Golkar sendiri sudah bulat kita pengennya Airlangga," ungkapnya.
Saat disinggung kapan KIB akan mendeklarasikan Capres-Cawapres, dia menyebut, hanya para ketua umum yang mengetahuinya.
"Ya pengennya sih (dal waktu dekat), saya enggak tahu," tutupnya.
Advertisement
Dalam sepekan terakhir, muncul wacana duet Prabowo-Ganjar hal itu diungkapkan oleh Dua Sumber Politikus Gerindra. Ternyata, hal itu merupakan harapan dari Presiden Jokowi. Orang nomor satu di Indonesia itu ingin, Prabowo berduet dengan Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.
Sumber ini menceritakan, pidato Jokowi di Perindo mengukuhkan sinyal yang tertangkap selama ini. Jokowi serius mendukung Prabowo.
Anggota DPR RI ini mengirimkan hasil survei terbaru IndoStrategi. Dalam survei itu, pasangan Prabowo-Ganjar meraup 60 persen suara. Dengan kata lain, pilpres berjalan satu putaran jika pasangan ini terjadi.
Survei digelar periode 27 Oktober - 5 November 2022. Jumlah responden 1.230 orang berusia 17 tahun ke atas. Responden tersebar di 34 provinsi Indonesia. Margin of error sebesar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam empat simulasi pasangan capres dan cawapres. Prabowo-Ganjar paling tinggi yakni 60,3 persen. Di bawahnya Anies-AHY dengan 29,6 persen. Sisanya tidak menjawab.
Sumber ini mengakui, jika mengambil Ganjar sebagai Cawapres, maka Gerindra bakal berhadapan dengan PDIP. Namun, dia optimis dengan hubungan kedua partai yang terjalin sejak lama. "Masih dinamis di internal mereka," kata sumber merdeka.com.
Dalam empat simulasi pasangan capres dan cawapres. Prabowo-Ganjar paling tinggi yakni 60,3 persen. Di bawahnya Anies-AHY dengan 29,6 persen. Sisanya tidak menjawab.
Advertisement
Sumber ini mengakui, jika mengambil Ganjar sebagai Cawapres, maka Gerindra bakal berhadapan dengan PDIP. Namun, dia optimis dengan hubungan kedua partai yang terjalin sejak lama. "Masih dinamis di internal mereka," kata sumber merdeka.com.
Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira mengakui, ada pembicaraan antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo. Pembicaraan berkaitan dengan strategi Pemilu 2024. "Kalian saja enggak tahu. Enggak perlu diberitahukan ke publik," kata Andreas.
Andreas enggan menjelaskan lebih dalam pembahasan antara Megawati dan Prabowo. Termasuk kemungkinan Ganjar diambil Gerindra untuk duet dengan Prabowo. "Semua tidak perlu dipublikasikan, diumumkan," ujar Andreas.
Sumber lainnya di internal Gerindra menguatkan perjodohan Prabowo-Ganjar. Salah satu bukti yakni pertemuan Prabowo dengan relawan Jokowi yang diwakili oleh Ketum Projo Arie Budi di Kertanegara. Hal ini untuk menguatkan perjodohan antara Prabowo dan Ganjar.
"Kalau Prabowo-Ganjar, pasti menang," ujar anggota DPR ini.