Survei Indikator Politik: Pemberantasan Korupsi di Indonesia Memburuk

Pada survei 20-25 April 2022, persepsi publik yang menilai pemberantasan korupsi baik hanya 24 persen. Sementara yang menilai buruk sebesar 36,2 persen. Serta yang menganggap sedang 30,2 persen.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Survei Indikator Politik: Pemberantasan Korupsi di Indonesia Memburuk
ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Indikator Politik Indonesia mencatat persepsi publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami tren memburuk. Terjadi kenaikan persepsi negatif, dan penurunan persepsi positif terhadap pemberantasan korupsi.

Pada survei 20-25 April 2022, persepsi publik yang menilai pemberantasan korupsi baik hanya 24 persen. Sementara yang menilai buruk sebesar 36,2 persen. Serta yang menganggap sedang 30,2 persen.

"Soal pemberantasan korupsi masih banyak juga responden dalam survei telpon yang kami lakukan yang mengatakan kondisi pemberantasan korupsi kita buruk atau sangat buruk dibanding baik atau sangat baik," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat pemaparan survei secara daring, Kamis (28/4).

Pada Februari 2022, persepsi publik yang menilai pemberantasan korupsi baik sebesar 33,9 persen. Sedangkan yang menilai buruk 31,5 persen.

Terlihat terjadi penurunan persepsi negatif yang tajam saat April 2022. Juga peningkatan persepsi negatif terhadap pemberantasan korupsi.

"Mereka yang mempersepsikan negatif pemberantasan korupsi itu meningkat tajam dibanding Februari," ujar Burhanuddin.

Hanya saat April 2022, Indikator melakukan dua kali survei. Pada survei 14-19 April memang lebih tinggi tingkat persepsi negatif pemberantasan korupsi. Hanya saja ada penurunan sedikit pada survei 20-25 April. Pada survei April yang pertama persepsi negatif sebesar 37,8 persen, bergeser menjadi 36,2 persen.

"Tapi tren peningkatan persepsi negatif terhadap pemberantasan korupsi itu menurun kembali di April 2022," tutup Burhanuddin.

Indikator menggelar survei pada 20-25 April 2022 melalui sambungan telepon. Jumlah responden survei sebanyak 1219 responden dengan metode random digit dialing. Survei memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Rekomendasi