Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habiburokhman meminta wartawan yang memiliki foto anggota DPR nonton video porno saat rapat Panja Vaksin Komisi IX melapor ke MKD. Untuk membantu penyelidikan MKD terhadap masalah tersebut. MKD memintanya sebagai barang bukti.
MKD baru bergerak setelah mendengar pernyataan Fraksi PDIP bahwa benar anggotanya yang terekam nonton video porno saat rapat. Berkaca pada peristiwa sebelumnya, diharapkan wartawan yang merekam anggota DPR menonton porno itu melapor ke MKD.
"Kita juga berharap apabila ada rekan-rekan yang langsung mengambil fotonya saat itu, kalau enggak salah di Komisi IX, kita minta tolong menyerahkan bukti itu supaya bisa memperkuat kita," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4).
MKD juga menjamin keselamatan wartawan yang memiliki barang bukti tersebut.
"Pasti kita akan lindungi kalau takut macam-macam. Yang jelas, kami ingin sama-sama menjaga nama citra dan kehormatan DPR," kata Habiburokhman.
Bukti itu diperlukan apakah anggota DPR tersebut dengan sengaja menonton video porno saat rapat atau tidak. Bukti video atau foto diperlukan untuk membuktikan apakah disengaja atau tidak.
"Kita lihat konteksnya. Kadang-kadang kan misalnya dia sengaja melihat. Itu kan bisa dinilai teman-teman ini. Atau enggak sengaja, tapi langsung mengehentikan malah dilihat. Atau ya hanya beberapa detik misalnya langsung ditutup sama dia. Nanti di pemeriksaan lah, makanya kita enggak mau prematur," jelas Habiburokhman.
Advertisement
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Bambang Wuryanto membenarkan anggota fraksi PDIP yang beredar nonton film porno di tengah rapat Panja Vaksin di Komisi IX.
Bambang menjelaskan kronologisnya. Anggota DPR tersebut menerima sebuah pesan WhatsApp berupa video. Tak sengaja video tersebut dibuka yang bermuatan konten porno. Hal ini Bambang dapatkan berdasarkan klarifikasi langsung dengan anggota Komisi IX tersebut.
"Kawan kita ini menerima WA, yang kita klarifikasi dengan fraksi, menerima WA. WA dibuka reflek ternyata ada video itu," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4).
Setelah dibuka, ada orang yang memfoto anggota DPR fraksi PDIP tersebut. Sehingga seolah-olah dibuat narasi sedang menonton video porno saat rapat.
"Video dibuka isinya itu difoto di atas, cret," kata Bambang.