Kubu Airlangga Sebut Meski Aklamasi Pemilihan Ketum Golkar Tetap Demokratis

Wakorbid Penggalangan Khusus Partai Golkar Rizal Mallarangeng menegaskan pemilihan calon ketua umum Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) akan tetap berjalan demokratis. Meski metode pemilihan ketua tersebut aklamasi.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Kubu Airlangga Sebut Meski Aklamasi Pemilihan Ketum Golkar Tetap Demokratis
Rizal Mallarangeng jabat Plt ketua DPD Golkar DKI Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Wakorbid Penggalangan Khusus Partai Golkar Rizal Mallarangeng menegaskan pemilihan calon ketua umum Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) akan tetap berjalan demokratis. Meski metode pemilihan ketua tersebut aklamasi.

"Kalau teman-teman bisa memilih Pak Airlangga secara aklamasi dengan metode yang demokratis Partai Golkar jauh lebih siap lagi untuk mulai membantu Pak Jokowi bekerja dengan sungguh-sungguh karena Golkar ini kan suka enggak suka adalah aset Indonesia," kata Rizal di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7).

Rizal menjelaskan, walaupun aklamasi pemilihan Ketua Umum Golkar juga bersifat persuasif dan sukarela. Serta tidak ada paksaan sedikit pun pada kader berlambang pohon beringin itu.

"Metodenya terbuka, metodenya sukarela, metodenya dengan persuasi. Kalau memang kami, saya sangat senang, dan saya sebagai pendukung pak Airlangga berusaha agar teman-teman dari Sabang sampai Merauke, teman-teman Golkar melihat bahwa Pak Airlangga adalah pemimpin yang tepat bagi kapal besar Partai Golkar," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mencium ada upaya merancang aklamasi dalam proses pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional mendatang. Padahal, kata dia, tidak boleh ada aklamasi dalam pencalonan ketua umum di partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Ya kita melihat ada indikasi ke arah sana (aklamasi), menurut saya seperti praktik yang terjadi sebelumnya. Ini enggak boleh di Golkar tidak terbiasa itu ketua umum lahir dari rapat pleno atau aklamasi, tetapi lahir dari Munas Golkar biasanya panas tapi kemudian bersatu kembali," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan,Jakarta, Senin (8/7).

Bamsoet menuturkan, ada beberapa indikasi aklamasi. Salah satunya adalah membawa pendukung sebanyak-banyaknya ke rapat pleno partai.

Rekomendasi