PKS: Pak Jokowi Rajin Produksi Diksi Kontroversial Seperti Sontoloyo dan Genderuwo

Suhud menganggap diksi atau pilihan kata yang digunakan bisa menimbulkan kegaduhan. Padahal, kata dia, masyarakat lebih berharap pada kampanye yang mencerdaskan.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
PKS: Pak Jokowi Rajin Produksi Diksi Kontroversial Seperti Sontoloyo dan Genderuwo
Jokowi. ©2017 Merdeka.com/Istimewa

Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Alyuddin menilai Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) sering memproduksi kata-kata yang kontroversial seperti politisi sontoloyo ataupun politisi genderuwo.

"Faktanya justru Pak Jokowi yang rajin memproduksi diksi yang kontroversial dan tidak produktif, seperti 'sontoloyo', 'genderuwo', 'tabok' dan yang terbaru 'kompor'," kata Suhud saat dihubungi, Selasa (27/11).

Suhud menganggap diksi atau pilihan kata yang digunakan bisa menimbulkan kegaduhan. Padahal, kata dia, masyarakat lebih berharap pada kampanye yang mencerdaskan.

"Diksi itu telah menimbulkan kegaduhan di saat masyarakat menuntut kampanye yang mencerdaskan dan membahas persoalan bangsa," sambungnya.

Karena itu, Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno ini berharap Jokowi menghentikan diksi seperti itu. Serta lebih mendorong penggunaan diksi yang lebih mempersatukan rakyat.

"Kami berharap Pak Jokowi stop memproduksi istilah-istilah yang berpotensi memicu kegaduhan gunakan diksi yang menentramkan dan mendorong kepada persatuan masyarakat," ucapnya.

Diketahui, sikap Jokowi belakangan ini menjadi sorotan. Sebab, Jokowi kini kerap melontarkan kekesalannya dalam berbagai bentuk ucapan, mulai dari politisi sontoloyo, politisi genderuwo dan peringatan banyak 'kompor' jelang tahun politik 2019.

Rekomendasi