Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berjanji memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan Pemberlakuan SIM Seumur Hidup bila menang Pemilu 2019. Direktur Pencapresan PKS Suhud Alyuddin mengatakan, sikap tersebut adalah bentuk keberpihakannya terhadap rakyat.
"Iya PKS menjanjikan jika mendapat dukungan rakyat, kami akan menghapus pajak sepeda motor roda dua yang merupakan wujud keberpihakan PKS kepada rakyat, karena motor sudah menjadi alat produksi di desa maupun di kota," kata Suhud ketika dihubungi, Senin (26/11).
Suhud berpendapat, selama ini pemotongan pajak hanya dinikmati oleh orang-orang kaya seperti tax amnesty dan lain-lain. Karena itu PKS menginginkan agar rakyat kecil ikut menikmati penghapusan pajak.
"Harusnya pemerintah daerah (pemda) tidak membebankan kepada rakyat kecil," ujar Suhud.
Dia memprediksi tidak akan ada kenaikan jumlah kendaraan jika nantinya Rancangan Undang-Undang (RUU) penghapusan pajak ini resmi berlaku.
"Kenaikan jumlah kendaraan bukan karena penghapusan pajak, tetapi justru lebih besar disebabkan DP nol persen untuk pembelian sepeda motor," paparnya.
Suhud meyakini pengurangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang mungkin terjadi karena imbas penghapusan pajak sepeda motor ini tidak terlalu signifikan. Menurutnya, ini bisa ditutup dari pendapatan daerah.