Demi coattail effect, PKS instruksikan kader kampanyekan Sandiaga Uno

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada seluruh kadernya untuk terus mengoptimalkan kampanye terhadap Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman melalui surat edaran Nomor 05/D/EDR/DPP PKS/2018.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Demi coattail effect, PKS instruksikan kader kampanyekan Sandiaga Uno
Sandiaga mendapat peci dari jamaah Masjid Jogokariyan. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada seluruh kadernya untuk terus mengoptimalkan kampanye terhadap Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman melalui surat edaran Nomor 05/D/EDR/DPP PKS/2018.

Dalam surat yang dikeluarkan pada tanggal 17 September 2018 tertulis semua kader dari Fraksi PKS harus menginisiasi untuk memenangan Sandiaga di Pilpres 2019. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan efek ekor jas (coattail effect) bagi PKS.

Para anggota fraksi juga diharuskan mengkoordinasikan jadwal kampanye ke Direktur Pencapresan PKS, Mardani Ali Sera.

"Memang ada surat edaran itu. Bukan berarti belum dilakukan kampanye pileg dan pilpres. Itu hanya menegaskan, menguatkan, jadi kebijakan dasarnya kita, PKS mendukung Prabowo-Sandi sebagai capres-cawapres," kata Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10).

Surat edaran PKS terkait kampanye Sandiaga ©2018 Merdeka.com/Sania Mashabi

Hidayat mengatakan, keberadaan surat tersebut hanya untuk penguatan dan singkronisasi kampanye Pilpres 2019. Sandiaga dipilih sebagai fokus PKS, kata Hidayat, karena lebih sering turun ke lapangan dan menyapa masyarakat Indonesia.

"Kan faktanya sekarang ini yang selalu turun ke lapangan kan selalu dengan pak Sandi. Pak Sandi lagi banyak turun. Mungkin ya karena beliau yang real banyak turun sekarang ini ya sudah dibarengi dengan yang banyak turun saja," ungkapnya.

Meski begitu Wakil Ketua MPR ini yakin jika surat tersebut tidak menitik beratkan pada Sandiaga, tetapi juga Prabowo Subianto sebagai capres.

"Mungkin karena Pak Sandi komunikatif kepada PKS dan memang juga kita sudah terbiasa jalan dengan beliau dalam konteks Pilgub DKI. Tapi kebijakan dasar tidak berubah. Bahwa kita akan memenangkan sekaligus Prabowo-Sandi," ujarnya.

Tambahnya, PKS juga tidak pernah menggantungkan Cottail Effect pada pasangan capres-cawapres. Dia menegaskan, selama ini partainya selalu bergantung pada kemampuan dan soliditas para kadernya.

"Tahun 2009 juga begitu. 2014 juga. Jadi kami PKS, tidak membasiskan pilihan politik kami pada kemungkinan mendapat cottail effect. Kami selama ini membasiskan diri pada kemampuan mesin partai, soliditas partai, dan kinerja partai dan anggotanya," ucapnya.

Rekomendasi