Survei Polmark: Politik uang masih marak tapi tak efektif ubah pilihan masyarakat

Polmark Indonesia merilis hasil laporan bahwa saat ini politik uang tidak lagi mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap pemimpinnya. Hal itu dikarenakan pemilih Indonesia sudah semakin mandiri.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Survei Polmark: Politik uang masih marak tapi tak efektif ubah pilihan masyarakat
ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Polmark Indonesia merilis hasil laporan bahwa saat ini politik uang tidak lagi mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap pemimpinnya. Hal itu dikarenakan pemilih Indonesia sudah semakin mandiri.

"Jadi kalau pertanyaan (politik uang) marak atau tidak, (jawabannya) relatif marak. Apakah (politik uang) efektif atau tidak, (jawabannya) cenderung tidak efektif," ujar CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah di Jakarta Selatan, Selasa (18/9).

Laporan ini merupakan hasil olahan data dari 142 survei PolMark Research Center di tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota dalam rentang waktu 6 Februari 2012 sampai dengan 11 Juni 2018.

Metode pengambilan sampel untuk masing-masing survei tersebut adalah multistages random sampling. Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah responden atau calon pemilih yang pandangannya tercakup dalam laporan ini adalah 123.330 orang.

Eep tidak memungkiri bahwa penerimaan uang tetap terjadi kepada pemilih di Indonesia. Namun, dampak secara elektoral terhadap pilihan mereka sangat rendah.

"Indikasinya adalah semakin banyak pemilih yang ketika ditanyakan siapakah pihak yang paling berpengaruh dalam membentuk pilihan mereka dan jawaban yang besar itu datang dari diri sendiri. Jadi bertumpu pada diri sendiri," jelas Eep.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi