Djoko Santoso diajukan pimpin timses Prabowo bukan untuk saingi kubu Jokowi

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid keberadaan Djoko bukan untuk mengimbangi koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki dua Jenderal seperti Moeldoko dan Luhut Binsar Pandjaitan. Dia mengaku, Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan hanya untuk memaksimalkan kinerja tim pemenangan.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Djoko Santoso diajukan pimpin timses Prabowo bukan untuk saingi kubu Jokowi
mantan panglima tni dukung prabowo-hatta. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Bubu bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berencana memilih Mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menjadi ketua tim pemenangan kampanye. Nama Djoko juga sudah disetujui salah satu koalisi Prabowo-Sandi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid keberadaan Djoko bukan untuk mengimbangi koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki dua Jenderal seperti Moeldoko dan Luhut Binsar Pandjaitan. Dia mengaku, Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan hanya untuk memaksimalkan kinerja tim pemenangan.

"Engga-enggak. Justru kami enggak berpikir itunya yang kami berpikirnya adalah sepenuhnya tadi bahwa kami menginginkan bahwa ini betul-betul bisa mobile bisa maksimal tapi juga sekaligus dengan sebuah penegasan agar justru NKRI tetap terjaga supaya kampanye maupun aksi menuju pilpres itu tidak melenceng dari pada tujuan," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/8).

Menurut Hidayat, jika Jokowi menunjuk purnawirawan TNI sebagai ketua tim pemenangan maka tidak menjadi masalah bagi kubu Prabowo. Sebab, itu adalah hak Jokowi sebagai bakal calon presiden.

"Pak Moeldoko atau Luhut Binsar Pandjaitan atau siapapun yah kita tentukan saja. Itu hak Jokowi untuk menentukan siapa kepala ketua ketua timsesnya," ungkapnya.

Wakil Ketua MPR ini melanjutkan, jika kedua tim pemenangan berasal dari TNI maka mereka akan saling berlomba-lomba untuk menciptakan Pilpres 2019 yang sehat. Serta tanpa saling menjatuhkan.

"Mereka akan membuktikan, berlomba-lomba membuktikan bahwa mereka adalah sapta marga sesungguhnya dan karenanya tidak membolehkan untuk mengarahkan pilpres ini menjadi ajang untuk melemahkan negara, apalagi untuk memberikan intro pada pihak asing untuk menjatuhkan indonesia untuk kemudian membuat anak bangsa saling bertikai. TNI pasti tidak akan ke situ," ucapnya.

Rekomendasi