Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu I Partai Golkar, Nusron Wahid menilai tak masalah menempatkan sejumlah orang dianggap kontroversial sebagai juru bicara bakal capre-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut Nusron, setiap orang memiliki spesifikasinya masing-masing.
"Masing-masing orang punya spesifikasi. Ada yang kontroversi tapi juga penggemar. Semua orang mempunyai sisi begitu," kata Nusron, dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Selasa (14/8).
Beberapa orang dinilai kontroversial mengisi pos jubir Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut adalah pengacara Farhat Abbas, Razman Arif Nasution, dan Sunan Kalijaga. Ketiganya termasuk dalam 100 juru bicara bagi bakal capre-cawapres yang diusung oleh PDIP, Partai NasDem, Partai Golkar, PPP, PKB, Partai Hanura, dan PKPI. Serta, Didukung juga oleh Partai Perindo dan PSI.
Nusron pun menjelaskan, tidak semua juru bicara yan ditempatkan merupakan sosok yang kontroversial. Dia menilai, ada juga figur yang dapat diterima oleh masyarakat banyak. Namun dia tidak merincikan, siapa saja juru bicara yang disebutnya hampir diterima banyak orang.
"Kan tidak semua orang kontroversi. Ada juga figur yang hampir semua orang menerima," ucapnya.
Reporter: Yunizafira Putri
Sumber: Liputan6.com