Gerindra berkukuh menutup peluang tokoh selain Prabowo Subianto sebagai capres yang akan diusung. Sementara, beberapa pihak mendorong Anies Baswedan sebagai capres.
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade membantah Gubernur DKI Jakarta itu menginginkan posisi capres. Anies, kata dia, mendukung Prabowo sebagai capres.
"Mas Anies kan selalu menyatakan mendukung pak Prabowo sebagai capres," kata Andre ketika dihubungi, Jumat (13/7).
Menurutnya, Anies secara formal tidak pernah disodorkan sebagai capres oleh mitra koalisi. Andre mengatakan selama ini menjadikan Anies sebagai capres sebatas wacana.
"Pembicaraan parpol tidak pernah mengajukan Anies sebagai capres. Itukan baru wacana," imbuhnya.
Dia mencontohkan, ketika pembahasan dengan PKS, nama Anies malah tidak diajukan sebagai capres maupun cawapres. PKS selalu mendorong 9 nama hasil keputusan majelis syuro.
"Pembicaraan resmi Gerindra dengan PKS tak pernah Anies sebagai capres bahkan cawapres tidak pernah," ucapnya.
Andre mengaku PKS dan PAN sudah mantap mendukung Prabowo sebagai capres. Tinggal mematangkan siapa yang akan mendampingi.
"PKS dan PAN sudah aman capresnya Prabowo tinggal membahas Cawapres dengan mitra koalisi," ucapnya.
Sebelumnya, koalisi Gerindra disebut tengah terkunci lantaran masing-masing mitra koalisi mereka saling sodorkan nama capres. Belakangan Anies Baswedan muncul di tengah nama yang diajukan PKS dan PAN.
Anies pun diakui bisa menjadi alternatif sebagai capres agar tercapai kesepakatan. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengusulkan Prabowo mau menjadi king maker. Menurutnya, jika terjadi maka bisa memunculkan opsi baru Anies Baswedan-Gatot Nurmantyo.
"Kalau misalkan Prabowo jadi ksatria king maker daripada pusing-pusing, sudah lah saya serahkan Anies-Gatot," kata Yandri, Kamis (12/7).