Wakapolri Syafruddin yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) enggan memberikan komentar terkait kegiatan politik di Masjid. Dia hanya mengimbau para tokoh untuk tidak menimbulkan perbedaan dan selalu menjaga persatuan.
"Ya janganlah menimbulkan perbedaan. Pokoknya persatuan," kata Syafruddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5).
Menurutnya, Masjid adalah tempat orang beribadah, berekonomi dan juga bersosial. Dia juga yakin para ustaz dan kiai yang berasal dari kalangan petinggi di negeri ini mengerti fungsi-fungsi Masjid sesuai dengan syariat Islam.
"Seperti ibadah, meningkatkan ekonomi, bersosial. Memang Masjid itu dibuat begitu," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi ceramah Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang meminta pengajian di masjid disisipi unsur politik. Moeldoko mengatakan, sebaiknya masjid digunakan untuk menyampaikan syiar Islam.
"Harus dipisahkan di mana masjid itu sebagai tempat syiarnya hal-hal yang bagus. Jangan dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang menyimpang," kata di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/4).