Poros tengah yang dibangun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersama Partai Golkar dan Demokrat urung mengusung Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo di Pilgub Jawa Tengah, lantaran salah satu partai tak sepakat. Kini PPP membidik PDIP untuk berkoalisi mengusung Ganjar Pranowo.
"Kemarin kita mencoba membangun poros tengah dan memunculkan figur baru dengan Pak Gatot sebagai Cagub, tapi dari tiga parpol ada satu partai yang tidak merespons, jadi tidak mungkin lanjut. Jadi tinggal Pak Ganjar atau Sudirman Said," kata Ketum PPP Romahurmuziy usai merayakan harlah PPP ke-45 di kantornya, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).
Di antara kedua nama tersebut, nampaknya PPP lebih condong terhadap Ganjar. Romi, sapaan Romahurmuziy menuturkan, PDIP yang paling intensif berkomunikasi dengan PPP.
"Pak Sekjen (Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto) sudah ketemu saya untuk menyampaikan permintaannya PPP berkoalisi di Jateng, didampingi oleh Pak Ganjar dan secara resmi kami sudah memberikan jawaban, dan kemungkinan ke arah itu lebih besar," ungkapnya.
Terkait calon wakilnya, hingga kini masih dalam pembahasan. Romi mengusulkan agar calon pendamping Ganjar dipilih dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Saat ini ada empat nama yang masuk radar. Mereka adalah anggota DPD Akhmad Muqowa, Bupati Jepara Ahmad Marzuki, dan dua anak Kiai sepuh NU Maimun Zubair; Yasin Maimun dan Kamil Maimun.
"Yang pasti PPP memberi gambaran kemungkinan-kemungkinan tentang kalau wakilnya sesama PDIP kira-kira apa yang akan terjadi, mengingat posisinya head to head. Kalau wakil PDIP tapi dari Nahdliyin, itu kita nilai akan lebih adem, seperti saya sampaikan di pidato, bahwa PPP adalah anak kandung NU," tuturnya.