Partai Golkar hampir dipastikan bakal menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk mencari ketua umum baru setelah Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mempredikasi hasil Munaslub Partai Golkar akan mempengaruhi pencalonan Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang. Ferry mengatakan, ketum baru Golkar kemungkinan akan membatalkan pencalonan Emil, sapaan Ridwan Kamil. Golkar disebut akan kembali mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat 2018-2023. Namun dengan catatan, Munaslub digelar sebelum pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Kami memperkirakan, mengantisipasi juga kemungkinan terjadinya perubahan dukungan partai Golkar kepada yang semula ke Ridwan Kamil, kemudian beralih lagi kepada pak Dedi Mulyadi, yang juga ketua DPD Golkar Jawa Barat," kata Ferry di Hotel Sari Pan Pasific, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (5/12).Apalagi, kata Ferry, Dedi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat 'ngotot' mendorong munaslub untuk melengserkan Setnov dari kursi Ketum Partai Golkar. "Termasuk di DPD Golkar Jawa Barat pak Dedi Mulyadi kita lihat di televisi itut aktif mendorong Munaslub di Partai Golkar," ujarnya. Bakal calon Gubernur Jawa Tengah ini menuturkan, jika munaslub digelar, Golkar dipastikan memiliki Ketua Umum baru. Nama yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat Ketua Umum Golkar yakni Airlangga Hartarto. "Saya enggak tahu Munaslubnya kapan, tapi bacaan kami yang di luar Munaslub ini kemudian akan merubah siapa Ketua Umum Partai Golkar," tuturnya. Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar TB Ace Syadzily menjelaskan, dukungan kepada Emil tidak akan berubah meski Golkar memiliki nakhoda baru. Sebelum mengusung calon kepala daerah, Ace menyebut petinggi Golkar selalu melihat hasil survei dan mekanisme petunjuk pelaksanaan. "Konteks Jawa Barat, beberapa kali memang, base-nya adalah survei, landasannya adalah survei. Tidak ada elit Partai Golkar yang membuat suatu kebijakan, tanpa berdasarkan pada aturan," jelas dia. Pengurus DPP juga telah meminta Dedi Mulyadi untuk bekerja menaikkan elektabilitasnya agar mendapat rekomendasi sebagai calon gubernur Jawa Barat. Sayangnya, lanjut Ace, elektabilitasnya tetap kalah jauh dari Emil. Atas dasar ini, Golkar akhirnya memilih Emil. "Tetapi Karena hasil survei mengatakan bahwa Kang Dedi ini, ternyata elektabilitasnta masih jauh dari kang Emil," tukasnya.
Gerindra prediksi ketum baru Golkar akan tarik dukungan buat Ridwan Kamil
Gerindra prediksi ketum baru Golkar akan tarik dukungan buat Ridwan Kamil. Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyebut akan kembali mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat 2018-2023. Namun dengan catatan, Munaslub digelar sebelum pendaftaran pasangan calon ke KPU.
Advertisement
Rekomendasi