Dua kepala daerah dari PPP daftar Cawagub Jateng ke PDIP

Dua kepala daerah dari PPP daftar Cawagub Jateng ke PDIP. Marzuqi menjelaskan jika sampai saat ini ada hubungan kedekatan emosional antara PDIP dan PPP. Pasalnya, kedua partai yang pernah menyatu pada masa era Soeharto dengan sebutan Mega Bintang ini mempunyai wadah syiar islami bersama yang dinamakan Majelis Taklim.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Dua kepala daerah dari PPP daftar Cawagub Jateng ke PDIP
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi daftar cawagub PDIP. ©2017 merdeka.com/parwito

Diantar dengan 17 bus yang berisi ratusan massa, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, kader DPW PPP Jateng mendatangi Kantor DPD PDIP di Kota Semarang, Jateng. Marzuqi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) untuk Pilgub Jateng melalui penjaringan dan pendaftaran yang digelar oleh DPD PDIP Jateng.Marzuqi mengaku dirinya memberanikan diri tekadnya untuk maju di pendaftaran dan penjaringan Cawagub PDIP setelah diminta oleh Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto untuk ikut meramaikan bursa pencalonan cawagub di Pilgub Jateng 2018 mendatang."Oleh karena itu apa yang sangat menggembirakan hanya bisa sampaikan panjatkan doa. Ini di awali dari kami terima sebagai perintah DPP PDIP sekaligus Ketua DPD PDIP Bapak Bambang Wuryanto. Mas Bupati sampeyan tak minta supaya mengambil berkas calon wakil gubernur Jateng. Diperintahkan beliau untuk komunikasi DPW PPP Jateng. Sebagai bentuk PDIP kepada partai PPP diberikan tugas DPW PPP atas nama warga PPP untuk lakukan pengembalian formulir," tegas Marzuqi menirukan kata-kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.Gayung bersambut, akhirnya Marzuqi pun memberanikan diri untuk mendaftar sebagai cawagub untuk bersaing dan meramaikan bursa Pilgub Jateng yang digelar oleh DPD PDIP Jateng."Berdasarkan perintah DPD PDIP dan perintah DPW PPP. Sesuai persyaratan kami penuhi walau ada sedikit kurang bisa dilengkapi saat mendapatkan apa yang jadi harapan. Yaitu semoga penerimaan membuah hasil rekomendasi Cawagub Provinsi Jateng dari Kabupaten Jepara," harapnya.Marzuqi menjelaskan jika sampai saat ini ada hubungan kedekatan emosional antara PDIP dan PPP. Pasalnya, kedua partai yang pernah menyatu pada masa era Soeharto dengan sebutan Mega Bintang ini mempunyai wadah syiar islami bersama yang dinamakan Majelis Taklim."Saat ini hubungan antara PDIP dan PPP ada Majelis Taklim dengan pembinanya sesepuh PPP dan Tokoh NU KH Maemoen Zubair dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kemudian diketuai oleh Presiden Jokowi," ungkapnya.Tak cuma Marzuqi, politikus PPP lainnya yakni Mantan Wakil Bupati Blora Abu Nafi juga ikut medaftar sebagai Cawagub Jateng. Nafi sengaja mendaftar setelah mendapatkan dorongan sekaligus sebagai upaya balas budi kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang telah memberikan rekomendasi kepadanya. Rekomendasi diberikan Mega saat dirinya maju sebagai Calon Bupati Blora pada tahun 2015."Tahun 2015 saya pernah nyalon saya saat itu sebagai Ketua DPC PPP Blora. Saat itu PPP karut marut. Oleh teman-teman didorong melamar sebagai Cabup Blora di PDIP. Saya berangkat, saya ditemui Pak Baginda, persiapan modal bagaiamana? Jenengan tidak usah berpikir soal rekomendasi. Dengan keterbatasan saya rekomendasi Bu Mega turun ke saya," kata Abu Nafi.

Mantan Wakil Bupati Blora Abu Nafi daftar cawagub PDIP ©2017 merdeka.com/parwito


Nafi mengungkapkan, jika dirinya saat pertarungan di Pilkada Blora mengalami kekalahan dengan lawan yang hanya selisih suaranya sebanyak 9 persen."Saya malah bingung. Kalau ada suara sumbang, saya saksinya PDIP itu partai bersih. Saya nyalon Bupati Blora, saya dapat suara sebanyak 209 ribu. Lawan saya dapat suara 250 ribu. Selisih suara hanya sekira 9 persen. Saya merasa lihat PDIP waktu saya nyalon Bupati itu. Dengan keterbatasan saya, saya dapat rekom. PDIP benar-benar partai bersih," terangnya.Nafi mengaku sama sekali tidak memikirkan apakah dirinya akan mendapatkan suara atau tidak. Yang pasti langkahnya untuk mendaftar dengan mengembalikan formulir sebagai cawagub adalah bentuk penghormatanya terhadap PDIP."Saya tidak berpikir kalau abu ambisi. Ndak. Soal rekomendasi bukan urusan saya. Yang pasti saya menghormati, kalau balas budi itu kata yang kasar kan," ucapnya.Terkait apakah langkah dirinya sebagai kader PPP mendaftar sebagai cawagub merupakan langkah awal bentuk koalisi, Nafi sama sekali belum berpikir ke arah sana."Bayangan ke sana tidak ada yang penting hormati PDIP. Masalah itu nanti bagaiamana itu Allah," ujarnya.

Rekomendasi