Klaim kuasai isu, Ahok mengaku tinggal jaga emosi saat debat

Klaim kuasai isu, Ahok mengaku tinggal jaga emosi saat debat. Ahok mengaku tidak ada persiapan dan strategi khusus menghadapi debat. Dia menitikberatkan agar jawabannya ringkas tapi bisa dipahami masyarakat. Sebab, waktu yang diberikan untuk menjawab pertanyaan sangat terbatas.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Klaim kuasai isu, Ahok mengaku tinggal jaga emosi saat debat
Debat pilgub DKI 2017. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengaku santai menghadapi debat final putaran kedua Pilgub DKI Jakarta yang mengusung tema 'Dari Masyarakat Untuk Jakarta'. Basuki atau akrab disapa Ahok mengklaim sudah menguasai isu berkaca dari yang telah dikerjakan selama ini.

Ahok mengatakan, banyak program yang telah dilakukannya tidak sampai ke warga Jakarta. Sehingga dia merasa perlu mengingatkan kembali kepada warga ibu kota.

"Kalau soal isi kan kita siap semua, kita kerjain kok. Kita kan enggak hafal, kita tinggal ceritain apa saja yang sudah kita kerjain," katanya di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pu‎sat, Rabu (12/4).

Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak terlalu khawatir dengan debat terakhir ini. Tapi dia mengaku perlu menahan emosi agar tidak meledak-ledak. "Itu mah enggak usah ngomong (jaga emosi)," ujarnya sambil tertawa.

Rencananya debat yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta akan berlangsung selama 2,5 jam dari pukul 19.30 Wib. Ahok mengaku tidak ada persiapan dan strategi khusus menghadapi debat.

"Ya latiannya kira-kira seperti apa, urutan nanyanya seperti apa, kan ada rapat, kita dengerin saja. Kalau soal isu kita sudah tahu, konten sudah tahu, waktunya mana jawabnya mana yang lebih ringkas, supaya sampai (sasaran)," katanya.

Mantan Politisi Partai Gerindra ini merasa ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian saat moderator Ira Koesno memberikan pertanyaan. Jangan sampai jawaban yang diberikan tidak dapat dimengerti warga ibu kota.

"Karena kalau kita ngomong terlalu cepat, teknis, kadang kan enggak nyambung. Apalagi kalau saya cerita banyak, suka kepotong. Orang suka enggak selesai dengernya," terangnya.

Menurutnya, waktu yang diberikan panitia kerap kali membatasinya dalam memberikan penjelasan. Untuk itu, dia harus bisa meringkaskan jawaban agar bisa dipahami masyarakat.

"Akhirnya dikasih tahu, kamu jawab ini kurang lengkap, mesti lebih pendek. Waktu 1,5 menit kan mesti cepet jawabnya," tutupnya.

Rekomendasi