Demokrat beri sinyal non-blok di putaran kedua Pilgub DKI

Demokrat beri sinyal non-blok di putaran kedua Pilgub DKI. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, partainya kemungkinan besar akan bersikap non-blok atau tidak memilih ke salah satu calon. Namun, jika keputusan untuk non-blok itu sudah diresmikan, kader tetap diwajibkan menggunakan hak pilihnya.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Demokrat beri sinyal non-blok di putaran kedua Pilgub DKI
Roy Suryo jenguk Andi Mallarangeng. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Partai Demokrat belum memberikan sikap resmi terkait dukungan politik kepada salah satu calon yang maju di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Meski demikian, beberapa kader telah menentukan sikap politik dengan mendukung Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, partainya kemungkinan besar akan bersikap non-blok atau tidak memilih ke salah satu calon. Namun, jika keputusan untuk non-blok itu sudah diresmikan, kader tetap diwajibkan menggunakan hak pilihnya di putaran kedua. "Beberapa waktu lalu saya menyampaikan kemungkinan besar Partai Demokrat justru akan bersikap non-blok alias netral meski tetap harus memilih, tidak boleh golput," kata Roy saat dihubungi merdeka.com, Selasa (14/3).Menurutnya, sikap non-blok wajar dalam dunia politik. Keputusan non-blok ini sama seperti sikap Indonesia pasca Perang Dunia II. Keuntungan dari sikap non-blok itu yakni tidak terpengaruh dengan dinamika jelang tahap pencoblosan putaran kedua Pilgub DKI Jakarta pada 19 April 2017. "Nonblok adalah sikap jelas juga lho. Bukankah sama seperti sikap Negara Indonesia? Hal begini kan menguntungkan juga. Kita tidak terpengaruh gonjang-ganjing harga minyak di Blok Barat atau Blok Timur, misalnya," pungkasnya.

Rekomendasi