Sebanyak tujuh rekomendasi ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Selasa (20/9) telah turun dan diserahkan ke tujuh calon kepala daerah yang akan bertarung di Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak putaran kedua di Jawa Tengah (Jateng).Ketujuh calon kepala daerah yang memperoleh rekomendasi pilkada serentak Jateng yang diusung PDI Perjuangan adalahKabupaten Jepara: Ahmad Marzuki (Calon Bupati)- Dian Kristiandi (Calon Wakil Bupati), Kota Salatiga: Agus Rudianto (Calon Walikota) - Dance Ishak Palit (Calon Wakil Walikota),
Kabupaten Pati: Haryanto (Calon Bupati)-Saiful Arifin (Calon Wakil Bupati),
Kabupaten Banjarnegara: Wahyu Kristianto (Calon Bupati)-Saeful Muzad (Calon Wakil Bupati),
Kabupaten Brebes: Idza Priyanti (Calon Bupati)-Narjo (Calon Wakil Bupati),
Kabupaten Cilacap: Taufiq Hidayat (Calon Bupati)-Faiqoh Subky (Calon Wakil Bupati), Kabupaten Batang : Lafran Panca Putranto (Calon Bupati)-Nurhaji Slamet Urip (Calon Wakil Bupati).Penyerahan rekomendasi itu disampaikan secara simbolis oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dalam acara Rapat Pemenangan Pilkada Serentak 2017 yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan di Hotel Graha Shantika Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jawa Tengah.Hadir dalam acara itu di antaranya, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, Sekretaris DPD PDIP Bambang Kusriyanto dan Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo.Serta beberapa pengurus dari partai koalisi pendukung di antaranya Wakil Ketua PPP Jateng Abdul Aziz, Ketua Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono, Wakil Ketua Gerindra Jateng Wasiman, Wakil Ketua PKB Jateng Beny Karnadi dan Majelis Pertimbangan PAN Jateng Nurhadi Mustofa.Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto mengungkapkan, untuk memenangkan pilkada serentak di Jawa Tengah dibutuhkan kerjasama yang serius dari semua elemen kader PDI Perjuangan. Tanpa ada jiwa gotong royong dari kader partai, maka tujuan memenangkan pilkada di Jateng tidak akan tercapai."Di Jateng ada 22 Bupati dan Wabup dari PDIP. Anggota Fraksi DPRD Provinsi 27 ini nanti bergotong royong untuk mendukung dan bekerja bersama. Nek gelut yo gelut tenan (bertarung ya bertarung serius). Gelut yo gelut (bertarung ya bertarung)," tegas Kader PDI Perjuangan yang akrab disapa Bambang Pacul ini dalam pidatonya.Bambang Pacul menyatakan, jika seorang pemimpin, baik itu Bupati, Walikota
maupun Gubernur bisa memimpin karena diusung partai politik, maka dalam memimpin jika sudah menjabat harus selaras dan tegak lurus dengan PDI Perjuangan."Satu hal yang pasti, konstitusi menyatakan demokrasi diletakan pada politik. Hulunya partai politik, tidak ada pejabat yang tidak didukung dari partai. Pak Ganjar lahir dari partai. Bupati Banyumas lahir dari partai, Walikota Semarang lahir dari partai. Bambang Pacul lahir dari partai. Hulu harus bener. Kalau sumber (hulu) bener aliran (kader) di bawah pasti juga harus bener," ujarnya.Jika dalam proses kepemimpinanya tidak betul dan tidak tertib, maka partai pengusung berhak untuk meluruskan dan menertibkan kadernya."Hari ini terlahir proses panjang rekomendasi diberikan oleh DPP PDI Perjuangan. Kalau lu gak tertib dalam organisasi akan saya tertibkan," ungkapnya.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, pasca menerima rekomendasi para calon kepala daerah harus mempersiapkan pertempuran dengan matang. Termasuk mempersiapkan proses awal pencalonan diri dengan melengkapi data administratif melampirkan surat rekomendasi."Ada satu harapan luar biasa bagaimana kekuatan bersatu, strategi disiapkan, pertempuran dipersiapkan. Rekomendasi, mendaftar dan menyiapkan dengan baik. Menyiapkan hal administratif dan jangan sampai ketinggalan," terangnya.Ganjar juga mengajak bersama supaya para calon kepala daerah yang telah memegang rekomendasi PDI Perjuangan untuk menggalang kekuatan dan bergerak bersama di wilayahnya masing-masing. Ganjar mengingatkan, jika dalam kompetisi merebut kursi pimpinan daerah pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Proses itu harus dimaknai sebagai proses politik dalam kesatuan dan berkebangsaan."Mulai hari ini kita bergerak bersama. Hari ini sepakat bersatu, berstrategi siapkan kekuatan. Ada yang menang dan kalah. Tapi harus memaknainya sebagai satu kesatuan sebagai bangsa tidak bisa ditawar. Target kita tidak muluk-muluk, tapi semua menang," pungkasnya.