Suhu dan atmosfer politik di Jakarta semakin panas jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub). Partai-partai yang tidak mendukung bakal calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyatukan kekuatan dan tak berhenti meracik strategi untuk memenangkan pertarungan.
Pilgub DKI yang akan digelar tahun depan juga jadi ajang reuni PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra yang pernah mengantarkan Jokowi-Ahok memenangkan Pilgub DKI 2012. Keduanya kini kembali mesra setelah sempat berbeda jalan saat Pilpres 2014.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, sudah ada dua kesepakatan antara partainya dengan partai Gerindra untuk berkoalisi.
Pertama, PDIP dan Gerindra sepakat tidak mendukung calon independen dalam Pilgub DKI. Kedua, PDIP dan Gerindra sepakat bersama-sama menguatkan peran partai politik dalam gelaran pilkada.
"Sudah ada titik temu. Dua kesepakatan itu," kata Gembong di rumah dinas Ketua DPRD DKI, Menteng, Jakarta, Minggu (24/7).
Setelah kesepakatan itu, kedua partai sama-sama membedah persoalan-persoalan yang sekiranya jadi pekerjaan rumah untuk lima tahun ke depan. Proses selanjutnya, mencari figur cocok untuk membawa Jakarta keluar dari segudang persoalannya.
"Kita bedah siapa yang paling cocok untuk mengatasi persoalan Jakarta ke depan. Kan begitu," terangnya.
Namun, penjajakan koalisi baru sebatas di tingkat DPD masing-masing partai. Kesepakatan yang terbangun di tingkat pengurus daerah akan disampaikan ke tingkat pusat.
"Kita hanya sekedar membangun komunikasi politik di tingkat provinsi. Masing-masing partai kita berikan peran untuk menyampaikan kepada partai masing-masing, begitu lho. Deal di DKI belum tentu deal di DPP," ujar Gembong.
Gembong menambahkan, sejauh ini PDIP telah menjalin penjajakan koalisi dengan 4 partai politik yakni Gerindra, PKS, PKB dan PAN.
"Kita sudah lima lho mas. PDI perjuangan, Gerindra, PKS, PKB, dan PAN. Lima partai tersebut sudah melakukan komunikasi," ucapnya.