Isu reshuffle jilid II kabinet kerja Jokowi-JK kian menguat. Anggota Komisi I DPR Charles Honoris mendukung agar Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso dicopot dari jabatannya. "Desas-desusnya seperti itu (Sutiyoso direshuffle). Kalau di komisi I, bidang intelijen kita butuh kepala BIN baru yang mungkin bisa koordinasi lebih baik dengan penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk bisa lebih efektif berantas terorisme," kata Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7). Politikus PDIP ini percaya penuh terhadap Presiden Jokowi terkait keputusan reshuffle tak akan sembarangan. Dia menilai Jokowi pasti memutuskan dan mencari orang yang akan membantu kinerjanya dengan maksimal."Pengangkatan Gories Mere sebagai staf ahli bidang intelijen berikan sinyal cukup jelas kemungkinan Istana tidak percaya dengan Ka-BIN saat ini," tuturnya. Dia menilai sejauh ini tak pernah terlihat kinerja BIN. Terkait pemberantasan terorisme menurutnya justru lebih kuat kinerja BNPT dan Densus 88."Kita belum lihat koordinasi yang baik, sharing intelijen yang baik antara BIN dan kepolisian," ucapnya. Padahal seharusnya performa BIN harus lebih kuat daripada kepolisian. Maka dari itu dia berharap ada Ka-BIN baru yang berasal dari institusi Polri yaitu Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan. "Kalau presiden memang mendorong, mengangkat Budi Gunawan sebagai KaBIN, bagus. Kapasitas sebagai wakapolri hari ini, polisi yang berkarir puluhan tahun," pungkasnya.
PDIP dukung Jokowi lantik Budi Gunawan jadi Ka BIN gantikan Sutiyoso
Pengangkatan Gories Mere sebagai staf ahli bidang intelijen berikan sinyal cukup jelas Istana tak percaya Sutiyoso.
Rekomendasi