Ketum Golkar ke depan sebaiknya tokoh yang tak punya syahwat politik

Golkar saat ini dianggap memerlukan sosok yang bisa membenahi internal partai.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Ketum Golkar ke depan sebaiknya tokoh yang tak punya syahwat politik
Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi berharap agar Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar nantinya dapat memilih Ketua Umum yang tak merangkap jabatan. Dia menilai apabila nantinya Ketua Umum Partai Golkar terpilih merupakan sosok yang merangkap jabatan, justru akan menghambat konsolidasi partai yang sedang terjerat masalah besar. "Munaslub Golkar muncul karena ada persoalan yang luar biasa, sehingga cara mengatasinya juga harus dengan cara yang luar biasa," kata Adhie dalam diskusi bertajuk 'Kemana Arah Golkar?' di Cikini, Jakarta, Minggu (21/2). Dia mencontohkan, Golkar perlu pemimpin seperti mantan Ketua Umum Golkar Darmono yang dianggap tak banyak bermanuver tapi bisa membenahi organisasi."Harus orang yang tidak punya syahwat politik, tidak merangkap jabatan baik di eksekutif maupun legislatif," katanya.Adhie menilai, jika dibiarkan, sosok yang memiliki syahwat politik memimpin Golkar, maka akan kembali menimbulkan masalah. Dia mencontohkan seharusnya Ade Komarudin yang menjabat sebagai Ketua DPR tak perlu mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Umum Golkar. "Harus ada konsensus sekarang ini, harus ada kesepakatan, karena kondisi luar biasa berat maka ketum tidak boleh rangkap jabatan Ketua DPR, nanti kalau kondisi sudah normal baru lah nggak apa-apa," pungkas mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Rekomendasi