Mahkamah Agung (MA) mengambil keputusan terkait dualisme yang melanda dua partai besar tanah air yakni Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Permohonan yang diajukan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie dikabulkan hakim Mahkamah Agung yakni Hakim Agung Imam Subechi, Irfan Fachrudin dan Supandi.
MA mengembalikan putusan PTUN tingkat pertama dan membatalkan putusan PT TUN. Diketahui, dalam tingkat PTUN Jakarta, kubu Ical menang, namun tingkat PT TUN, kubu Agung Laksono yang menang. "Pemohon Aburizal Bakrie (Ical) dan Idrus Marham sebagai pemohon dikabulkan," tutur juru bicara MA, Suhadi kepada merdeka.com.
Tidak hanya Golkar, MA juga memutuskan dualisme kepengurusan PPP. MA memutuskan mengabulkan gugatan pemohon yang dilakukan oleh Suryadharma Ali. PPP kembali dipimpin oleh kubu SDA yang diwakili oleh Djan Faridz melalui muktamar Jakarta, sebagai muktamar tandingan dari kubu Romi.
"PPP juga diputus hari ini, permohonan pemohon (kubu SDA) dikabulkan," kata Suhadi.
Dengan putusan ini, PPP muktamar Jakarta yang memilih Djan Faridz sebagai ketua umum dinyatakan sah. Sementara muktamar PPP Surabaya yang memilih Romahurmuziy sebagai ketua umum dianggap tidak sah.
Di tempat berbeda, baik Aburizal Bakrie maupun Djan Faridz sama-sama sumringah dengan putusan tersebut. Keduanya langsung menggelar konferensi pers menanggapi kemenangan mereka. Merdeka.com mencatat sumringahnya Ical dan Djan Faridz menyambut putusan MA. Berikut paparannya.
Advertisement
Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menyambut baik putusan MA. Atas putusan itu, Ical mengaku siap merangkul Golkar kubu Agung Laksono apabila ingin bergabung dengan pihaknya.
"Alhamdulillah. Bahwa dari awal saya katakan bahwa saya masih percaya terhadap hukum di negara ini. Kita mengambil suatu langkah yang tepat. Sebagai umat beragama ini bisa terjadi karena ridho Allah SWT," kata Aburizal sebelum menggelar pertemuan tertutup antara petinggi KMP dan SBY di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (20/10).Â
Advertisement
Aburizal Bakrie gembira mendengar putusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan kubunya soal keabsahan Munas Bali di mana dirinya kembali ditunjuk sebagai ketua umum. Dia mengaku sangat bahagia karena putusan itu tepat di hari ulang tahun ke 51 Partai Golkar.
"Kita mendapatkan hadiah istimewa pada ulang tahun partai ke-51 tentang keputusan MA yang mengesahkan kubu ARB," jelas Ical, sapaannya di Rest Puang Ocha, lapangan tembak Senayan, Jakarta, Rabu (21/10).
Advertisement
Setelah putusan MA, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie, meminta semua kader fokus mempersiapkan diri untuk pemenangan partai di pilkada serentak. Dengan kerja fokus semua kader dan konsolidasi yang matang, dia berharap partai berlambang pohon beringin itu bisa tetap eksis di pilkada. Pascaputusan itu pula dia meminta semua kader tak lagi berselisih. Dia berharap semua saling rangkul.
"Kemenangan ini baik di Pengadilan Tinggi atau di MA adalah milik seluruh negara Indonesia yang masih berharap dan menginginkan Golkar itu berjaya lagi mudah-mudahan tidak diacak-acak lagi," tegas Ical.
Advertisement
Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Djan Faridz mengaku tidak menyangka bakal dimenangkan oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kepengurusan PPP. Dia mengatakan, kepada para kader PPP, bahwa kemenangan ini adalah pemberian dari Allah SWT bukan dari manusia.
"Kemenangan ini hadiah dari Allah bukan dari MA, maupun hakim-hakim MA bukan dari manusia," ucap Djan saat memberikan sambutan pada acara rapat konsolidasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).
Advertisement
Djan Faridz mengajak seluruh kader PPP, termasuk pengurus muktamar PPP Surabaya yang memilih Romahurmuziy, agar merapat ke kubunya dan memperkokoh kembali partai berlambang ka'bah tersebut.
Kemenangan ini, kata Djan, sebagai sinyal baik dari Allah agar kadernya membesarkan kembali PPP. "Ini membuktikan PPP dicintai oleh Allah, buktinya ada kader PPP diundang mendadak ke sini datang jauh dari Papua Barat. Datang itu membuktikan kita masih bersatu," imbuhnya.