ICW sebut Tangerang Selatan butuh wali kota yang berani dan kuat

Tantangan terberat Tangerang Selatan merupakan pemberantasan korupsi.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
ICW sebut Tangerang Selatan butuh wali kota yang berani dan kuat
Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Sebanyak 260 kabupaten/kota bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak pada Desember 2015 nanti. Tak terkecuali Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.Aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) Ade Irawan berpendapat, tantangan terbesar wilayah Tangerang Selatan adalah persoalan korupsi. Wilayah yang saat ini dipimpin Walikota Airin Rachmi Diany ini tak akan maju jika praktik korupsi masih menjamur di Tangerang Selatan."Tantangan ke depan Tangsel adalah melawan korupsi, pengadaan-pengadaan, yang menang itu-itu saja, ternyata big bosnya juga itu-itu saja," kata Ade dalam diskusi di STIE Ahmad Dahlan, Ciputat, Selasa (2/6).Menurut Ade, praktik korupsi di Tangerang Selatan amat kental terlihat. Salah satu contohnya saja, sebelum APBD Kota Tangsel diketok, pengerjaan proyek sudah ditunjuk pengerjaannya oleh suatu perusahaan.Bahkan, kata dia, ada perusahaan yang sudah di-blacklist dari pemerintah pusat, tetapi di Tangerang Selatan masih bisa memenangkan proyek dan mengerjakannya. Ade tidak menjelaskan secara detail perusahaan yang dia maksud."Jauh sebelum APBD diketok, pemenangnya sudah ditentukan. Kan aneh," tegasnya.Lebih lanjut, Ade menambahkan, dalam temuan ICW, aliran-aliran praktik korupsi juga melibatkan DPRD setempat. Oleh karena itu, ke depannya Tangerang Selatan harus dipimpin oleh walikota yang bersih dan berani memperbaiki birokrasi."Kalau pemimpinnya kuat dan orang besar, bisa mengatur itu. Jadi tantangannya sangat berat. Untuk membenahi Tangsel dibutuhkan orang yang bersih dan berani. Agar tak dimakan birokrasi," tutupnya.

Rekomendasi