Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Agung Laksono sepakat melakukan islah terbatas demi menghadapi pilkada serentak. Kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan islah terbatas ini dengan dimediasi oleh Wakil Presiden yang juga tokoh senior Golkar Jusuf Kalla (JK).Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Idrus Marham mengatakan bahwa kesepakatan islah ini merupakan bentuk pengorbanan besar Partai Golkar. Sebab, lanjut dia, Munas Bali merupakan yang paling sah."Karena semua sudah tahu, bahwa Munas Bali adalah yang sah, pesertanya jelas autentik, tidak seperti di sana (kubu Ancol)," kata Idrus di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (1/6).Idrus mengaku prihatin karena harus melakukan islah dengan kubu yang dianggapnya tidak sah menggelar munas itu. Terlebih lagi, kata dia, kesepakatan islah ini tidak disertai dengan niat baik kubu Agung Laksono."Kalau tidak ada langkah bersama, tidak menunjukkan niat yang baik dalam islah. Kita ingin menimbulkan adanya kebersamaan Partai Golkar. Kami kecewa kalau, ini tidak sesuai jalan, kami tidak suka cara seperti itu. Kita ini sudah dewasa, semua sudah besar," tegasnya.Loyalis Ical ini memaparkan, Golkar bukan hanya milik Ical atau Agung Laksono saja, namun milik semuanya. Karena itu dia meminta semua pihak sadar demi kemajuan partai."Kita ingin menimbulkan ada kesadaran bersama dari kita untuk kebesaran dan kemajuan Partai Golkar. Ada istilah Taro Adat, Taro Gau 'satunya kata dan perbuatan' itulah ciri karakter berpolitikan yang bermartabat, beretika, sesuai agama dan Pancasila," tutupnya.
Idrus Marham prihatin harus islah dengan kubu Agung yang tak sah
"Karena semua sudah tahu, bahwa Munas Bali adalah yang sah, pesertanya jelas autentik," kata Idrus.
Advertisement
Rekomendasi