Netralitas personel kepolisian kembali diuji. Isu adanya oknum polisi yang tidak netral dalam penyelenggaraan Pilpres kembali berhembus. Mabes Polri pun menegaskan akan menelusuri kabar itu dan menindak tegas oknum Polri yang terbukti tidak netral."Tentunya kami akan menelusuri kebenaran informasi itu. Jika ditemukan pasti akan ada penegakan hukum," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Jakarta, seperti dikutip dari antaranews, Selasa (15/7).Boy mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tentang sejumlah oknum polisi yang diduga terlibat dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden.Boy menegaskan pihak Mabes Polri akan berupaya mencari bukti keterlibatan oknum polisi yang berpihak saat pemungutan suara.Jenderal polisi bintang satu itu menyatakan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri yang akan menangani mekanisme temuan anggota kepolisian yang tidak netral.Sebelumnya, Koordinator Tim Advokasi Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, Habiburokhman, menduga adanya oknum polisi yang terlibat dukungan terhadap salah satu pasangan capres-cawapres.Tim advokasi pasangan nomor urut satu itu menemukan indikasi dukungan anggota Polri terhadap salah satu capres di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan, Kota Waringin Barat Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah.Seorang anggota Polsek Marabahan diduga mengintimidasi panitia penyelenggara Pemilu dan memanipulasi formulir C1 Di Desa Barabai Kecamata Marabahan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.Kejadian serupa terjadi di Kotawaringin, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah juga terjadi perampasan formulir C1.
Mabes Polri telusuri oknum Polri yang diduga tidak netral
Polri akan menindaklanjuti laporan tentang sejumlah oknum polisi yang diduga terlibat dukungan terhadap capres.
Advertisement
Rekomendasi