Marzuki Alie: Pembahasan RAPBN-P alot karena PDIP dan PKS

"PKS dan PDIP (paling gencar). Kalau Hanura enggak terlalu," kata Marzuki Alie.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Marzuki Alie: Pembahasan RAPBN-P alot karena PDIP dan PKS
Marzuki Alie. ©2012 Merdeka.com

Rapat paripurna pembahasan RAPBN-P tahun 2013 masih terus dibahas. Setelah hampir 9 jam, pengesahan RAPBN-P belum juga ketuk palu. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, alotnya proses lobi akibat Fraksi PKS dan PDI Perjuangan ngotot menolak kenaikan harga BBM."PKS dan PDIP (paling gencar). Kalau Hanura enggak terlalu," kata Marzuki usai pimpin lobi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/6).Marzuki menjelaskan, kedua partai tersebut menginginkan jika beberapa opsi yang diperdebatkan menyangkut pasal 8 ayat 10 UU APBN. Padahal, opsi kali ini hanya persoalan menolak atau menerima RAPBN-P 2013 yang telah diajukan pemerintah."Opsi yang akan divoting sebenarnya hanya menolak atau menerima, tapi diputar-putar di Pasal 8 Ayat 10. Kalau tidak setuju pasalnya berarti menolak sebenarnya," tegas dia.Akibatnya, lanjut Marzuki, proses lobi masih berlangsung alot. Akhirnya, lobi pun harus di skors hingga pukul 19.00 WIB lebih."Rapat masih alot. Ini diskors dulu, nanti habis salat Maghrib atau sekitar pukul 19.00 WIB baru mulai lagi," tandasnya.Namun, hingga pukul 19.40 WIB, lobi pun belum juga dimulai. Para pimpinan DPR belum kembali ke ruang panja lantai 2 Nusantara 2. Para pimpinan fraksi seperti Nurhayati Ali Assegaf, Sarifuddin Sudding, Saleh Husin, Teguh Juwarno, Ade Komarudin, sudah berkumpul di depan ruang tempat lobi berlangsung.

Rekomendasi