Klaim suarakan rakyat, Golkar ditantang tolak BBM

Jadi tidaknya kenaikan harga BBM bersubsidi akan ditentukan dalam rapat Paripurna DPR hari ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Klaim suarakan rakyat, Golkar ditantang tolak BBM
ketua umum golkar. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Keputusan skema Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang tertuang dalam APBNP 2013, bakal ditentukan dalam rapat paripurna DPR hari ini. Jika para wakil rakyat setuju dengan APBNP tersebut, maka kenaikan harga BBM subsidi tinggal menunggu pengumuman resmi dari Istana.Dari 11 partai politik yang duduk di Parlemen, empat di antaranya menolak BBM naik. Yaitu PKS, Partai Gerindra, PDIP dan Partai Hanura.Kalau dipetakan, empat parpol tersebut memiliki jumlah suara sebesar 194 suara dari 560 total anggota DPR. Rinciannya PKS 57 suara, PDIP 94 suara, Partai Gerindra 26 suara dan Partai Hanura 17 suara.Sedangkan suara parpol yang mendukung BBM naik adalah 366 suara. Dengan Rincian Partai Demokrat 148, Partai Golkar 106, PAN 46, PPP 38 dan PKB 28 suara.Namun dalam rapat Badan Anggaran DPR (Minggu 16/6) kemarin, peta politik parpol di Parlemen berubah. Enam fraksi bersama dengan pemerintah menyepakati seluruh RUU APBNP 2013. Enam fraksi tersebut adalah Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PAN, Fraksi PPP, dan Fraksi Hanura.Tiga fraksi lain, yaitu Fraksi PDI-P, Fraksi PKS, dan Fraksi Gerindra enggan melunak. Ketiga fraksi tersebut cuma menyetujui sebagian RUU APBNP 2013 dengan mencantumkan beberapa catatan terhadap pasal-pasal yang dianggap bermasalah, khususnya pengurangan subsidi BBM dan pemberian bantuan sementara pada masyarakat.Fraksi yang berubah haluan adalah Hanura. Partai pimpinan Wiranto itu dalam rapat 'lembur' kemarin, sempat mempertanyakan urgensi kenaikan BBM subsidi. Nyatanya saat pengambilan keputusan, Hanura termasuk yang menyetujui seluruh poin dalam APBNP.Menurut anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Maruarar Sirait, masih ada harapan untuk menolak BBM naik. Satu-satunya cara adalah menunggu sikap politik Partai Golkar berubah.Hal itu logis, karena Partai Golkar memiliki suara banyak seperti PKS di Setgab koalisi. Kalau 106 suara yang dimiliki Golkar berbalik menjadi tolak BBM, tentu rencana kenaikan BBM hanya tinggal kenangan."Partai Golkar selama ini selalu menyuarakan slogan, 'Suara Rakyat Suara Tuhan'. Jika Partai Golkar malah mendukung rencana kenaikan harga BBM, maka perlu dipertanyakan, itu suara apa. Jika Partai Golkar menolak (RAPBN-P 2013), maka pemerintah tidak jadi menaikkan harga BBM," tegas Maruarar.Terpisah, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Indra bersiap akan mengurangi gajinya sebagai anggota Dewan, bila APBN yang selama ini menjadi alasan pemerintah naikkan BBM, benar-benar bocor."Kalau memang APBN kita harus dihemat, maka seharusnya anggaran para pejabat yang dipotong, dan bukan yang untuk kebutuhan mendasar rakyat. Apabila APBN kita benar-benar krisis, saya siap untuk menghibahkan atau memotong gaji saya untuk negara. Dan seharusnya ketauladanan seperti ini yang diserukan SBY untuk seluruh pejabat," kata Indra lewat BlackBerry Messenger.

Rekomendasi