Gedung Setneg terbakar, politikus PKS kritik keras pemerintah

Indra menilai tidak mungkin Gedung Setneg terbakar begitu saja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gedung Setneg terbakar, politikus PKS kritik keras pemerintah
Kebakaran Kompleks Istana. ©2013 Merdeka.com

Terbakarnya gedung Sekretariat Negara (Setneg) di Kompleks Istana Negara, menandakan lemahnya kontrol dan keamanan gedung vital pemerintahan. Insiden tersebut dinilai memalukan, dan salah satu insiden terburuk di negeri ini."Terbakarnya Gedung Setneg yang berada di dalam komplek Istana Negara, merupakan insiden yang buruk dan memalukan," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Indra dalam siaran persnya, Jumat (22/3).Indra melontarkan kritik pedas kepada pemerintah. Menurutnya, bagaimana pemerintah dapat menangani persoalan dari Sabang hingga Merauke jika menjaga bangunan vital saja batal."Sebegitu rapuhnya kah negara besar yang bernama Indonesia ini? Apa kata dunia melihat kerapuhan ini?" Lanjutnya.Menurut Indra, insiden kebakaran itu juga menunjukkan kinerja pemerintah selama ini belum sebanding dengan SDM unggul yang dimiliki putra-putri bangsa."Walau sebenarnya saya tidak yakin bahwa kita sebagai negara besar, teknologi begitu berkembang pesat di negeri ini, putra-putri bangsa yang cerdas-cerdas dan berlian, namun kenyataannya objek paling vital di negeri ini terbakar begitu saja," kata Indra.Indra menduga, tidak mungkin Gedung Setneg terbakar begitu saja. Menurutnya, tidak aneh apabila muncul pertanyaan Gedung Setneg sengaja dibakar untuk menghilangkan jejak Bailout Bank Century. Hal ini cukup beralasan, karena di gedung itulah berkas-berkas terkait skandal Bailout Bank Century disimpan."Maka saya mendesak agar Sekretaris Negara mengumumkan dan memastikan bahwa seluruh dokumen, rekaman, risalah rapat, catatan, dan surat-menyurat terkait dengan latar belakang mengenai bantuan bailout Bank Century Rp 6,7 triliun dan lahirnya Perpu no 4 tahun 2008 mengenai kebijakan soal bailout Bank Century, aman dan tidak terbakar atau tidak hilang," tutupnya.

Rekomendasi