Dede Yusuf kalah karena Partai Demokrat sedang cakar-cakaran

"Rahasia dapur cukup di dalam tidak perlu di luar," jelas Rahmad.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Dede Yusuf kalah karena Partai Demokrat sedang cakar-cakaran
Dede Yusuf dan Hatta Rajasa. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Mantan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat M Rahmad menilai kekalahan Dede Yusuf merupakan hal yang wajar. Pasalnya, di internal Partai Demokrat sendiri sedang kacau dan amburadul."Kegalauan masyarakat akan bagaimana mungkin sebuah rumah tangga yang cakar-cakaran ditonton masyarakat. Maka mas akan berpandangan rumah tangga yang lagi kacau balau tidak bisa jadi suri tauladan, otomatis itu akan mempengaruhi dukungan masyarakat," jelas M Rahmad di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/2).Mantan Staf Pribadi Anas Urbaningrum itu enggan mengungkapkan siapa saja yang membuat amburadul dan kacau balaunya rumah tangga Partai Demokrat. Seharusnya rumah tangga internal Partai Demokrat tidak diekspos ke masyarakat, tetapi yang terjadi sebaliknya. Sama-sama kader Partai Demokrat sendiri saling sikut dan saling menjatuhkan."Rahasia dapur cukup di dalam tidak perlu di luar," jelas Rahmad.Menurutnya, sistem di Partai Demokrat agar segera dibenahi. Kekalahan Dede Yusuf adalah sebuah hipotesa akan carut marutnya internal Partai Demokrat."Kalau hipotesis saya sangat berpengaruh karena logikanya sebuah rumah tangga yang kacau dan partai tidak akur tidak jadi suri tauladan," katanya.Diberitakan sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) memprediksi Pilgub Jabar 2013 akan berlangsung satu putaran. Pasangan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar yang meraih 33,19 persen dianggap sulit untuk dikejar pesaingnya Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki.Dalam quick count tersebut pasangan yang diusung PDIP meraih 27,5 persen.Untuk diketahui, dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar bahwa kandidat yang dinyatakan menang meraih 30 persen plus satu.Dalam survei tersebut, Dede Yusuf dan Lex Laksamana ditempatkan diurutan nomor 3 dengan 25,43 persen. Diurutan empat ada Yance dan Tatang 11,89 persen. Sementara paling buncit Dikdik-Toyib 1,99 persen.

Rekomendasi