Cerita politisi kutu loncat jelang Pemilu 2014

Partai NasDem menjadi salah satu tempat favorit politisi kutu loncat ini berlabuh.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Cerita politisi kutu loncat jelang Pemilu 2014
Nomor urut Parpol. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Tak ada kawan dan lawan yang abadi. Dalam politik, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Adagium itu tentu saja sangat relevan untuk menggambarkan suasana politik Tanah Air saat ini dan perilaku para politikus jelang Pemilu 2014. Fenomena politikus kutu loncat alias politikus yang pindah-pindah partai mulai bermunculan. Macam-macam alasannya. Ada yang malu-malu tapi ada juga yang buka-bukaan kenapa mereka pindah partai.Aksi mereka bisa dimaklumi, sebab partai politik peserta Pemilu 2014 harus mulai menyetorkan daftar nama sementara calon anggota legislatif yang akan diusung. Berdasarkan tahapan pemilu yang telah ditetapkan KPU sebelumnya, pendaftaran calon anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota akan berlangsung 6-15 April 2013. Pekan-pekan ini, 10 parpol yang lolos menjadi peserta pemilu ditambah 3 partai lokal di Aceh sibuk menyusun daftar caleg mereka. Hal inilah yang memaksa para politikus yang hendak pindah partai harus segera menentukan sikap.Jika bertahan di partai lama, belum tentu akan dicalonkan lagi sebagai caleg. Mundur dari DPR pun harus dilakukan, walau masih ada masa bakti satu tahun lagi tersisa. Dengan berpindah partai, otomatis status mereka sebagai wakil rakyat yang dipilih dari partai lama hilang.Partai NasDem menjadi salah satu tempat favorit politisi kutu loncat ini berlabuh. Seperti yang dilakukan beberapa politikus senior dari Golkar. Malkan Amin dan Mamat Rahayu Abdullah adalah dua nama terbaru dari Partai Golkar yang bergabung ke NasDem. Alasan yang diungkapkan oleh keduanya adalah misi restorasi yang dicanangkan Surya Paloh cocok dengan mereka. Sebelum Malkan dan Mamat, politikus Golkar yang mundur dari DPR dan bergabung ke NasDem adalah Enggartiasto Lukita. Sebelumnya lagi ada Jeffrie Geovanie yang sebelum aktif di Golkar pernah aktif di Partai Amanat Nasional. Di luar kader Golkar yang loncat ke NasDem ada nama politikus Partai Hanura Akbar Faizal. Kepindahan Akbar ke NasDem ini agak mengagetkan karena terkesan mendadak. Akbar pun sempat berkelit ingin mengembangkan karier politik di tempat yang lebih besar. Hanura, partai yang membesarkannya dirasa tidak cukup untuk menyalurkan aspirasi yang dimilikinya. "Saya siap (dibilang kutu loncat), sudah terlalu banyak, termasuk ancaman ketika Century dulu, ini risiko politik," jelas Akbar saat konferensi pers atas pengunduran dirinya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/2). Seperti diduga, Akbar diberi ganjaran jabatan Ketua DPP Partai NasDem Bidang Politik dan Pemerintahan saat Surya Paloh mengumumkan susunan pengurus 2013-2018 di hari yang sama. Satu lagi politisi kutu loncat yang bergabung ke NasDem adalah Maiyasyak Johan. Dia meninggalkan posisinya di DPR sebagai wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Lucunya, hanya dua minggu dia berlabuh di NasDem. Senin (11/2) kemarin, terungkap jika Maiyasyak ternyata sudah pindah lagi ke Partai Golkar. Apa alasannya? "Jujur saja saya ingin partai yang punya kultur politik matang." Alasan Maiyasyak melepas jas biru NasDem sederhana. Menurutnya, dua minggu di NasDem, merupakan waktu penjajakan saja. Sedangkan di Partai Golkar, dia merasakan benar-benar bebas mengemukakan pendapat. "Saat itu baru penjajakan. Perbedaan pendapat suatu yang penting. Di Golkar, aspirasi bebas disampaikan," katanya. Maiyasyak yang sudah mengikut pelatihan caleg Golkar pun mengaku bakal maju sebagai calon legislatif Pemilu 2014. Dia ditempatkan di daerah pemilihan sama, seperti saat dia melenggang ke Parlemen dengan PPP, yaitu Sumatera Utara. "Saya akan ada di dapil Sumut," ungkapnya.

Rekomendasi