Wakil Presiden Boediono dalam pidato pembukaan ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) mengatakan selalu mencermati gejolak ekonomi, politik dan keamanan di berbagai kawasan di dunia. Namun, dia mengklaim jika kawasan Indonesia relatif aman."Kita bersyukur, kawasan kita disini sampai sekarang relatif tenang dan aman. Perkembangan-perkembangan global itu semestinya justru memperkuat komitmen kita untuk menciptakan kawasan ASEAN yang harmonis, damai dan sejahtera," ujar Boediono dalam pidatonya di acara pembukaan AIPA, di Gedung gubernur NTB, Mataram, Senin (17/9). Menurut mantan Gubernur BI ini cara ASEAN atau the ASEAN way untuk memecahkan masalah merupakan faktor penentu yang penting. Budaya saling berkonsultasi dan bekerjasama di antara negara di ASEAN terbukti merupakan kekuatan di negara Asia Tenggara."Saya menghargai bahwa AIPA melalui Sidang Umum ini memasukkan dalam agendanya isu-isu penting bagi ASEAN dalam ketiga pilarnya, politik-keamanan, ekonomi dan sosial-budaya,"jelas dia.Saat ini, seluruh anggota AIPA di ASEAN berada pada momen yang krusial. Sebab, diharapkan dapat mewujudkan komunitas ASEAN dua tahun lagi, pada tahun 2015."Waktu yang tersisa untuk mewujudkan komunitas ASEAN tidak banyak. Saya yakin, kita semua para pemangku kepentingan di ASEAN, termasuk AIPA, bertekad sama, yaitu memberikan kontribusi terbaiknya bagi tercapainya sasaran kita bersama itu," terang dia.Untuk itu, tidak kurang pentingnya dukungan AIPA pada upaya mendorong ASEAN untuk menjaga keamanan di wilayah ini yang merupakan salah satu jalur utama maritim dunia yang vital. "Sejumlah isu khusus lainnya yang menyangkut kawasan kita juga perlu mendapatkan perhatian semua,"ujar dia.Kesenjangan tingkat kemajuan ekonomi antar negara anggota ASEAN, masalah HAM dan human trafficking, migrant workers, terorisme, dan kemiskinan merupakan tantangan-tantangan lain yang dihadapi ASEAN. Diharapkan pemecahannya mendapat dukungan penuh dari parlemen-parlemen anggota AIPA."Saya juga mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir AIPA telah memberikan perhatian dan dukungan bagi upaya merealisasikan Drug Free ASEAN 2015. Saya berharap AIPA dapat merealisasikan komitmen yang telah disepakati sebagaimana tertuang dalam resolusi-resolusi AIPA Fact Finding Committee to Combat the Drug Menace yang dihasilkan dalam pertemuan bulan Juli 2012 di Yogyakarta," tukas dia.
Boediono bersyukur Indonesia lebih aman dibanding negara lain
Tapi berbagai permasalahan masih terjadi di Asia Tenggara. Ini yang menjadi PR ASEAN.
Advertisement
Rekomendasi