Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mengingatkan pentingnya mewujudkan mimpi Indonesia Emas di tahun 2045 yakni bersatu, berdaulat, adil, makmur dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Menurutnya, ada beberapa tantangan pembangunan yang harus dijawab guna mewujudkan mimpi tersebut.
"Tantangan pertama soal kependudukan. Pada tahun 2045, penduduk dunia diperkirakan 9,45 miliar, bertambah 2,1 miliar dari tahun 2015. Tren pertumbuhan global ini akan mendorong urbanisasi dan arus migrasi, termasuk di Indonesia," kata Puan dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (26/8).
Dia melanjutkan, tantangan kedua adalah sejauh mana Indonesia mampu ambil bagian dalam global value chain atau rantai nilai global. Termasuk, tantangan peta dan pergeseran geo-economics di masa mendatang yang dinilai bisa mendatangkan keuntungan untuk bangsa jika negara mampu menangkap berbagai peluang.
Selanjutnya, adalah tantangan semakin terbatasnya sumber daya alam (SDA), yang memerlukan efisiensi dalam pengelolaannya. "Diperlukan juga upaya untuk shifting struktur perekonomian nasional dari berbasiskan komoditas menjadi ekonomi nasional yang berbasiskan value added atau nilai tambah tinggi," imbuhnya.
Selain itu, adalah tantangan gelombang kemajuan yang harus bisa dijawab Indonesia. Puan bilang, pandemi Covid-19 membuat perkembangan teknologi begitu pesat yang sebenarnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian melalui peningkatan produktivitas, inovasi dan efisiensi.
"Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga akan menciptakan banyak gangguan atau disruptions. Salah satunya adalah akan menimbulkan masalah ketenagakerjaan kedepannya, apabila sumber daya manusia Indonesia tidak mampu adaptif dengan perkembangan teknologi di masa mendatang," papar Puan.
Selanjutnya, adalah tantangan pemanasan global yang kian besar berupa kejadian ekstrem maupun perubahan iklim jangka panjang harus mendapat penanganan lebih. Menurut Puan, permasalahan itu akan mengganggu pasokan pangan, memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia dan menyebabkan kerusakan permanen pada alam tanpa dilakukannya berbagai upaya penurunan emisi.
"Itulah beberapa tantangan yang harus kita jawab dan respons dengan cepat dan tepat. Dan salah satu pilar penting yang harus kita siapkan guna menjawab berbagai tantangan tersebut adalah bagaimana kita mempersiapkan sumber daya manusia atau human capital Indonesia," pungkasnya.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373959/original/018854700_1792020872-IMG_8801.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2274981/original/008666000_1531212951-KPU-Pusat6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351332/original/058640800_1758028668-20250916_113125.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373435/original/077782600_1791965193-IMG-20261014-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3970995/original/020778300_1647928627-20220322-KPU_Gelar_Simulasi_Pemilu_2024-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4718472/original/086961000_1705471653-20240117-Simulasi-Pemungutan-Suara-Herman-9.jpg)