Hot Issue

Dilema Politisi Sekaligus Menteri

Jumat, 23 Juli 2021 10:55 Reporter : Ahda Bayhaqi, Lia Harahap
Dilema Politisi Sekaligus Menteri Airlangga Minta Kader Menangkan Golkar di Pemilu 2024: Sekarang Waktunya Berperang. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai politik memanaskan mesinnya. Meski Pemilu 2024 masih bersisa tiga tahun lagi. Strategi mempromosikan tokoh partai mulai dilakukan. Ada sosok Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, ada pula Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

DPP Golkar sudah memerintahkan akar rumput serentak bergerak mulai Agustus 2021. Sosialisasikan Airlangga dengan beragam pendekatan ke masyarakat. Tujuannya, popularitas sang ketum meningkat.

Daerah menyambut. Mereka siap tancap gas mengejar target perintah pusat. Ragam pengalaman Airlangga, diyakini bisa mengantarkannya sebagai pemenang Pilpres 2024.

Sejumlah baliho dan billboard di pinggir jalan ramai foto Airlangga. Di bawah baliho tersebut, terselip informasi siapa yang membuat dan memasang iklan tersebut. Rata-rata, mereka pengurus Golkar daerah.

hartarto di bali

"Sebagai kader partai, saya akan ikut terus berjuang dan berupaya untuk memenangkan Airlangga di Pilpres 2024," kata Ketua DPD Golkar Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Mohammad Taufiq.

Tidak cuma kader yang diminta bekerja. Pengurus pusat Partai Golkar pun mulai mengepakkan sayapnya. Mengingat tanggung jawab dan target yang harus dicapai tak mudah. Komunikasi politik dengan petinggi parpol lain dibangun. Safari politik dan pertemuan ketua umum.

Pada bulan Maret lalu misalnya, Airlangga sempat bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh. Di bulan yang sama, Airlangga juga menemui Ketum PPP, Suharso Monoarfa. Agenda pertemuan dilanjut dengan Ketum Partai Gerindra, Prbaowo Subianto.

"Silaturahmi," kata politikus Golkar, Meutya Hafid, saat ditanya safari politik Airlangga.

Di bulan April 2021, Airlangga melanjutkan pertemuannya dengan ketum parpol. Kali ini, giliran Ketum PKS, Ahmad Syaikhu.

Airlangga juga bertemu dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di awal Juni 2021 kemarin. Diyakini banyak pihak, pertemuan itu membahas politik jelang Pemilu 2024. Ridwan Kamil pun mengakuinya.

"Saya juga mendoakan utamanya Allah mempermudah segala urusan maksud Pak Airlangga khususnya di 2024, itu doa dari saya khusus untuk beliau. Beliau sangat senang dan mudah-mudahan menjadi tanda kolaborasi kita," kata Ridwan Kamil kala itu.

airlangga bertemu ridwan kamil di bandung

Tidak ada yang salah dengan keinginan Golkar dan cara Airlangga mempersiapkan Pemilu 2024 mendatang. Apalagi jika melihat elektabilitas Airlangga di sejumlah survei. Masih jauh dari memuaskan.

Airlangga, dalam sejumlah survei, belum memiliki elektabilitas kuat. Terbaru, dalam survei Voxpol Juni-Juli 2021, Airlangga hanya memiliki elektabilitas 0,7 persen sebagai calon presiden 2024. Jauh di bawah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, bahkan Ridwan Kamil. Survei SMRC Mei 2021 juga menempatkan Airlangga di urutan terbawah dengan elektabilitas hanya 0,3 persen.

Golkar Dilematis

Meski mulai memanaskan mesin partai, Golkar pada dasarnya dalam kondisi dilematis. Di satu sisi, berkewajiban mengantarkan Airlangga ke gerbang Pilpres. Tetapi, Golkar juga tidak bisa bergerak leluasa mengingat Airlangga menjabat Menko Perekonomian dan juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Dua jabatan krusial di tengah pandemi yang melanda Indonesia.

Ketua Bappilu Golkar, Maman Abdurahman mengatakan, Golkar harus sedini mungkin menggenjot elektabilitas ketua umumnya. Namun, Airlangga juga harus fokus memimpin penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi sebagai Menko Perekonomian.

"Memang kita di hadapkan dengan dua situasi realitas di lapangan yang mewajibkan ketua umum kami fokus bekerja untuk menangani (pandemi). Namun ada realitas politik ke depan kita harus menyiapkan diri," ujar Maman.

Meski sedikit tertatih, Partai Golkar tetap optimis. Pandemi segera berlalu, dan Partai Golkar bekerja maksimal untuk Airlangga.

"Baru nanti mungkin Insya Allah mulai tahun depan, kalau situasi sudah mulai agak bagus, kita akan mulai ngegas," ujarnya.

Sebaiknya Fokus Pandemi

Baik Partai Golkar maupun Airlangga memang punya hak mempersiapkan pertarungan besar mereka di 2024. Tetapi, Golkar harus tahu Airlangga sebagai anak buah Jokowi punya tugas besar. Memastikan ekonomi negara tetap stabil di tengah pandemi. Begitupun Airlangga, sebagai menteri haruslah peka. Ada PR utamanya sebagai pembantu Presiden di bidang perekonomian untuk menyelamatkan bangsa ini.

Apalagi, Menko Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator Penanganan Covid-19 untuk Jawa-Bali, Luhut Binsar, pernah berujar, agar semua pihak yang memiliki tugas penting benar-benar bekerja sungguh-sungguh membantu Presiden menangani pandemi. Tidak sibuk dengan urusan lainnya.

"Kita semua punya tanggung jawab terhadap rakyat Indonesia dan konstituen kita. Kita jagalah sikap kita dan kita dukunglah ini, proses pengambilan keputusan semua kami dengarkan," ungkap Luhut.

menko airlangga hartarto

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, sebagai salah satu panglima terdepan yang menghadapi Covid-19, sebaiknya fokus Airlangga tidak terpecah. Wabah Covid-19 di Indonesia saat ini sedang tidak terkendali. Penambahan kasus harian di angka yang tinggi mencapai 40.000-50.000 kasus positif belakangan ini.

Meski diakui hal yang wajar bila tokoh yang ingin menjadi calon presiden 2024 mulai pencitraan politik. Namun, Airlangga selaku Ketua KPCPEN sebaiknya fokus dulu menangani Covid-19.

"Karena rakyat Indonesia sedang kena wabah Covid-19 yang dari hari ke hari makin trengginas dan mengganas. Fokus tolong rakyat dulu. Fokus tangani Covid-19," ujar Ujang kepada wartawan, Kamis (22/7).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim juga menyarankan hal sama.Sebaiknya urusan politik ditahan dulu. Agenda Pemilu lima tahunan juga masih jauh.

"Urusan capres-cawapres untuk Pilpres 2024, simpan dulu. Tahan dulu. Toh, waktunya juga masih jauh menuju 2024," ujar Luqman kepada wartawan, Kamis (22/7).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menambahkan, wajar Airlangga akan menyosialisasikan sebagai capres 2024. Karena keputusan itu sudah lama ketika aklamasi terpilih sebagai ketua umum. Hal ini tidak terbatas pada ruang dan waktu dan merupakan hal yang biasa dalam politik.

Namun, diakui publik banyak mengkritik karena di tengah pandemi para elite politik seharusnya memikir bagaimana menuntaskan persoalan terkait Covid-19.

"Nah, yang kemudian menjadi kritik publik karena ini dianggap tidak sensitif, ya karena di tengah pandemi ini kan semestinya para elite itu berpikir bagaimana menuntaskan persoalan-persoalan terkait dengan Covid. Misalnya tentang kesehatan, jaminan kerjaan, bansos dan lain-lain," ujarnya saat dihubungi, Kamis (22/7).

Adi menilai, pandemi ini justru waktu yang pas untuk menunjukkan kepada publik keberpihakan terhadap masyarakat jika ingin menjadi calon presiden.

Capres 2024 perlu memperlihatkan kerja nyata dalam hal penanganan wabah, membantu masyarakat dan sebagainya. Bukan hanya muncul di hadapan masyarakat melalui baliho saja.

"Nah, bagi saya justru Corona ini memberikan banyak faedah kepada elit yang mau maju di 2024 bahwa mereka harus menunjukkan secara serius keberpihakannya terhadap isu corona," ujar Adi.

"Yang enggak sensitif itu adalah ketika banyak baliho, tapi mereka tidak serius bicara tentang penanganan Corona. Itu ga sensitif," jelasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini