PPP sebut terlalu dini nilai infrastruktur dikebut untuk kampanye Jokowi

Selasa, 6 Februari 2018 19:43 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketum PPP Romi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang terburu-buru mengerjakan pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan Pemilu 2019. Kritik ini dikaitkan dengan banyaknya peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi lantaran proyek infrastruktur dikebut.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy atau akrab disapa Romy, membela Jokowi. Menurutnya, terlalu dini menyimpulkan pembangunan proyek infrastruktur tengah dikebut untuk dijadikan bahan kampanye bagi Joko Widodo di Pemilu 2019.

"Kalau menyimpulkan seperti itu terlalu pagi," kata Romy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2).

Program infrastruktur yang dibangun di era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tengah menjadi sorotan publik. Sebab, setidaknya terjadi 9 kecelakaan kerja dalam proses pembangunan infrastruktur pemerintah.

Romy meminta Kementerian PUPR dan Kepolisian menyelidiki penyebab kecelakaan sejumlah proyek infrastruktur pemerintah tersebut. Penyelidikan diperlukan untuk melihat ada tidaknya unsur kelalaian dalam pengerjaan proyek-proyek itu.

"Makanya turunkan kementerian PUPR, kemudian penyidik yang relevan di bidangnya untuk menilai apa terjadi hanya karena pembangunan yang terburu-buru, atau ada kelalaian," ujar Romy.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla mengerjakan pembangunan infrastruktur secara tergesa-gesa karena telah dekat dengan Pemilu 2019. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur akan dijadikan bahan kampanye bagi Jokowi di Pemilu 2019.

"Ini kan lebih banyak dikerjakan dengan terburu-buru, tergesa-gesa dan ini bisa dikaji, bahwa mungkin karena ini terburu waktu itu, mengejar tahun politik dan pemilu ini mau menjadi etalase keberhasilan. Bukan semata-mata untuk fungsional," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2).

"Harusnya masalah infrastruktur ini ada kesinambungan antara pemerintah sebelumnya, pemerintah sekarang dan yang akan datang, jangan dijadikan alat kampanye," sambung Fadli.

Karena dilakukan terburu-buru, kata Fadli, wajar jika banyak terjadi kecelakaan kerja. Teranyar, kecelakaan pada proyek infrastruktur underpass perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta yang pembangunannya baru selesai dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.

"Sehingga karena terburu-buru banyak sekali kecelakaan kerja yang sebenarnya tidak perlu," tegasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini