PAN Buka Peluang Gabung Koalisi Jokowi, Penentuannya Setelah 22 Mei

Senin, 13 Mei 2019 21:23 Reporter : Hari Ariyanti
PAN Buka Peluang Gabung Koalisi Jokowi, Penentuannya Setelah 22 Mei Viva Yoga Mauladi. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) akan memutuskan apakah tetap sebagai oposisi atau merapat ke Koalisi pemerintah setelah tanggal 22 Mei. Sampai saat ini, PAN masih membuka peluang akan bergabung dengan pemerintah. Bagi PAN, berada di dalam atau luar pemerintahan tetap sama-sama memiliki tujuan mulia.

"Setelah tanggal 22 Mei, seperti kata Ketua Umum, Bang Zulhas nanti akan diputuskan di internal partai apakah nanti PAN akan bergabung dengan parpol pemerintah atau PAN akan berada di luar pemerintah. Menurut platform PAN, berada di dalam maupun luar pemerintah itu sama-sama mulianya asal untuk kepentingan dan perjuangan masyarakat," jelas Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi di Kompleks parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/5).

Zulkifli Hasan atau Zulhas, lanjut Viva, telah menyatakan proses Pilpres telah selesai dan tinggal menunggu keputusan KPU. Setelah KPU memutuskan pemenang Pemilu, PAN akan segera menentukan sikap melalui munas atau rakernas.

"PAN masih membuka peluang untuk bersama-sama dengan pemerintah karena ini adalah merupakan prosedur demokrasi yang setiap lima tahun sekali kita laksanakan dan bisa saja dalam periode ini PAN berbeda dengan partai politik yang lain. Tidak menutup kemungkinan dalam lima tahun ke depan PAN juga akan bersama-sama dalam perahu yang sama untuk berkoalisi," jelasnya.

Viva mengatakan, salah satu yang menjadi pertimbangan pan merapat ke kubu pemerintah adalah karena Indonesia adalah negara besar dan parpol merupakan bagian penting dalam pilar demokrasi. Parpol adalah pengejewantahan dari kesadaran politik masyarakat dan merupakan representasi rakyat.

"Jadi karena negara ini negara yang besar, idealnya lembaga-lembaga demokrasi yang ada terutama parpol juga bersatu padu untuk membangun visi Indonesia ke depan," jelasnya.

Komunikasi dengan kubu pemerintah menurutnya cukup sering dilakukan, khususnya antara Presiden Jokowi dan Zulhas. Keduanya beberapa kali bertemu dalam beberapa pekan terakhir seperti usai pelantikan Gubernur Maluku, buka puasa bersama di Istana dan saat buka puasa bersama di rumah dinas Zulhas.

"Jadi proses komunikasi itu sudah berlangsung dan tidak ada perbedaan dari dulu hingga sekarang. Kita tetap kompak, meski berbeda pilihan politik," ujarnya.

Viva Yoga membantah keinginan merapat ke kubu pemerintah karena ada tawaran kursi pimpinan di parlemen. Tujuan utama berkoalisi prioritas partainya adalah memperkuat posisi sehingga pemerintahan dapat berjalan baik, bersih, kuat, berwibawa dan membawa aspirasi rakyat.

"PAN merasa bahwa tanggung jawab parpol itu bagaimana memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. PAN berorientasi ke arah sana. Tidak berorientasi pada kalkulasi politik untuk kedudukan dan sebagainya," ujarnya.

Dia juga membantah Zulhas melobi kursi pimpinan MPR pada Jokowi saat bertemu beberapa waktu lalu. Informasi itu menurutnya hoaks.

Amien Rais yang kerap melontarkan kritik pedas kepada pemerintahan Jokowi dinilai menjadi halangan jika nanti PAN bakal merapat ke kubu pemerintah. Namun Viva enggan mengomentari hal ini lebih jauh. Dia hanya menjelaskan ada mekanisme yang berlaku di internal partai sebelum diputuskan akan bergabung ke kubu mana.

"Itu ditentukan melalui mekanisme rapat partai, apakah di rapat pimpinan nasional atau di rapat kerja nasional PAN. Kalau sudah menjadi keputusan di internal partai, itu nantinya semuanya akan tunduk patuh terhadap keputusan," pungkasnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini