PAN: Anggota DPR yang Malas Jangan Dipilih Lagi di Pemilu Berikutnya

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan, menilai para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang malas hadir dalam rapat paripurna perlu diberikan sanksi. Salah satunya dengan cara tidak kembali dipilih pada Pemilu mendatang.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
PAN: Anggota DPR yang Malas Jangan Dipilih Lagi di Pemilu Berikutnya
Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan, menilai para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang malas hadir dalam rapat paripurna perlu diberikan sanksi. Salah satunya dengan cara tidak kembali dipilih pada Pemilu mendatang.

"Memang sanksi yang paling efektif itu adalah ketika di Pemilu berikutnya anggota DPR tersebut tidak didukung lagi atau tidak dipilih," ungkap Bara saat diskusi Populi Center dan Smart FM Network dengan bahasan, 'Mengapa Anggota DPR Malas?', Jakarta Pusat, Sabtu (24/11).

Kemudian menurut Peneliti Ilmu Politik LIPI, Syamsudin Haris, mengatakan nama-nama anggota yang malas juga perlu dipublikasikan pada media massa. "Diumumkan di ruang publik, negara mesti mempublikasikan. Di surat kabar, kalau tidak ada itu tidak sanksi tidak ada efek jera," kata Syamsudin

Sebelumnya, Syamsudin Haris menilai kehadiran anggota DPR sangat penting. Tidak hanya kehadiran ide, menurut dia, kehadiran secara fisik juga harus dilakukan.

"Ini penting sekali, untuk mengingatkan bagaimana manajemen kehadiran itu sangat penting," ungkap Syamsudin.

Dia mengatakan tidak masuk akal para anggota dewan beralasan tidak hadir saat rapat lantaran mendengar aspirasi dari daerah pemilihan. Seharusnya, para anggota bisa berkomunikasi dengan mudah menggunakan media lain tanpa terjun ke lapangan.

"Lalu apa masalahnya komitmen itu bagi saya masih rendah. Komitmen setiap anggota pada tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat," ungkap Syamsudin.

Rekomendasi