PAN Anggap Titipan Ngabalin ke Zulkifli Hasan Hanya Dinamika Politik

Jumat, 7 Juni 2019 14:32 Reporter : Ahda Bayhaqi
PAN Anggap Titipan Ngabalin ke Zulkifli Hasan Hanya Dinamika Politik Saleh Partaonan Daulay. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, menitipkan pesan kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan agar segera bergabung dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi. Pesan itu disampaikan melalui Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai, wacana PAN bergabung dengan koalisi Jokowi hanya sebatas dinamika politik. Wacana itu, kata dia, justru berkembang dari pihak luar seperti bisikan ala Ngabalin. Saleh mengatakan, sampai saat ini belum ada pembicaraan internal untuk hijrah dari kubu oposisi.

"Untuk saat ini, pembicaraan khusus terkait dengan kemungkinan PAN akan merapat ke koalisi TKN belum ada. Wacana-wacana seperti itu justru banyak berkembang di luar PAN. Kami memahaminya sebagai dinamika politik saja," ujar Saleh kepada Merdeka.com, Jumat (7/6).

Saleh menduga, manuver kubu Jokowi menggoda PAN karena Zulkifli rajin komunikasi lintas partai dan koalisi. Termasuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

"Mungkin karena bang Zulhas, ketua umum kami, sangat rajin silaturrahmi dan menjalin hubungan lintas partai. Tidak hanya dengan koalisi yang ada di BPN, juga dengan TKN. Bahkan dengan presiden juga masih sering ketemu," ucapnya.

Saleh menyebut, kalau dalam komunikasi tersebut ada ajakan bergabung, PAN akan membahas dalam internal kepartaian. Ketum PAN Zulkifli akan membicarakan ajakan tersebut secara langsung.

Sementara itu, komunikasi dan interaksi Zulkifli dengan para tokoh agar tidak terjadi kebuntuan politik lintas partai dan koalisi.

"Kata bang Zulhas (Zulkifli Hasan), komunikasi itu juga sangat diperlukan untuk menciptakan politik tanpa gaduh sehingga semua pihak dapat menjahit merah putih secara bersama-sama," tutup Saleh.

Terpisah, Sekjen PAN Eddy Soeparno membenarkan berbincang dengan Ngabalin saat halalbihalal di tempat politisi senior Golkar Aburizal Bakrie, Rabu (5/6). Eddy merahasiakan isi pembicaraan politik dengan Ngabalin.

"Intinya kita bicara dalam suasana persaudaraan untuk menyatukan anak bangsa dan membangun negara ini ke depannya," kata Eddy kepada Merdeka.com, Kamis (6/6). [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini