Paloh Geram Rangkulan dengan Presiden PKS Dicurigai, Tak Mau NasDem Jadi Partai Cetek

Jumat, 8 November 2019 22:57 Reporter : Ahda Bayhaqi
Paloh Geram Rangkulan dengan Presiden PKS Dicurigai, Tak Mau NasDem Jadi Partai Cetek Kongres II Nasdem. ©2019 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mencurahkan isi hatinya setelah disindir usai pelukan dan silaturahmi dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Paloh menilai, bentuk kecurigaan itu merupakan diskursus paling picik. Sebab, rangkulan dan silaturahmi dengan kawan sebangsa dimaknai dengan tafsir dan kecurigaan.

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain. Kecurigaan satu sama lain hingga kita berkujung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini. Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini," ujar Paloh saat memberikan pengarahan Kongres II Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11).

"Hubungan rangkulan dan tali silaturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," tegasnya.

Menurut Paloh, cara pandang demikian paradoks. Sebab, nilai demokrasi yang berkembang begitu liberal tetapi praktiknya sangat konservatif.

"Kita bilang kita mau maju tapi kita melangkah ke belakang. Mari kita bermusyawarah dan bergotong-royong tapi kita hanya bilang akulah yang lebih penting yang lainnya biar mati semua," kata dia.

1 dari 3 halaman

Sindir Partai yang Curigai NasDem

Paloh juga menyindir partai yang paling merasa pancasilais tetapi penuh sinis dan curiga terhadap Nasdem. Paloh tak mengungkapkan siapa yang sebetulnya partai yang dia sindir. Dia berdalih, pihak yang dia sebut penuh curiga itu seperti angin.

"Yang mencurigai Nasdem ya kita enggak tahu, tapi pasti ada bagaikan angin yang terasa di tangan saya. Enggak bisa tangkap dia, enggak terlihat tapi ada perasaan saja," tukasnya.

Paloh mengaku hanya bicara soal Pancasila saat menyindir ada partai merasa paling pancasilais. Dia mengatakan, jika ada partai yang marah terus sudah mengurangi nilai Pancasila.

"Nah pikiran-pikiran ini kan yang memang kita miliki sebagai bagian dari ideologi yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Jadi kalau ada partai kita yang bawa marah aja, dua kurang pancasilais. Kan ada juga ada marah, senyum boleh," kata Paloh.

Paloh menegaskan, tak perlu meragukan Nasdem di koalisi. Dia menuturkan akan menjadi partai paling setia mendampingi Presiden Joko Widodo.

"Ya kalo ada yang menyatakan ragu terhadap dalam pemerintahan ini saya katakan jangan-jangan nanti Nasdem yang paling setia, kan bisa juga. Ada orang yang ragu dan kita balas keraguan itu, jangan ragu-ragu," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Komunikasi Politik NasDem Cair

Paloh menegaskan, komunikasi politik Nasdem, tidak memberikan sekat dan hambatan dengan siapapun termasuk dengan partai di luar pendukung pemerintah.

"Maka komunikasi politik Nasdem begitu cair tidak ada sekat hambatan. Baik pengusung pemerintah maupun di luar pemerintahan," tegasnya.

Nasdem, lanjut dia, mengedepankan kepentingan bangsa dibandingkan partai. Menurutnya hal itu merupakan proses pendidikan politik berkelanjutan.

3 dari 3 halaman

NasDem Tak Hanya Pikirkan Kepentingan Koalisi

Karena itu, Paloh menegaskan Nasdem bukan partai yang menjadi pengusung pemerintah yang hanya memikirkan kepentingan koalisi.

"Jadi bukan hanya dasar Nasdem partai pengusung pemerintah kemudian hanya memikirkan kepentingan-kepentingan koalisi yg ada di pemerintahan. Salah itu. Salah itu," kata dia.

"Itu bukan cara berpikirnya Nasdem saudara-saudara. Mikir yang pendek-pendek orang Medan bilang pikir cetek-cetek," tegasnya. [bal]

Baca juga:
Surya Paloh: Pikiran Besar Harus Ditawarkan, Bukan yang Introvert
Alasan Surya Paloh Keliling Rangkul Partai Oposisi
Istana Tanggapi Jokowi-Paloh Saling Sindir: Itu Humor Persahabatan
Sebut Tak Niat Sindir PDIP, Surya Paloh Bilang 'Salah Lagi Kita'
Nasdem: Kami Tak Punya Pengalaman Mengkhianati Partner
Anies Baswedan Hadiri Pembukaan Kongres II Partai NasDem
Paloh Tunggu Momen Ketemu PAN dan Demokrat: Kalau Sekarang, Nanti Dibilang Jualan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini