Pakai tagar 2019 ganti presiden, elektabilitas Asyik tak akan terpengaruh

Kamis, 17 Mei 2018 00:36 Reporter : Aksara Bebey
pasangan Asyik pamerkan kaus 2019 ganti presiden di debat pilgub jabar. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Pesan ganti presiden 2019 yang disampaikan oleh pasangan calon gubernur Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) saat debat Pilgub Jabar kedua di Kampus UI Senin (14/3) dinilai tidak akan berpengaruh pada perolehan suara di masa pemilihan.

Alasannya, tidak ada korelasi antara pemilih pada Pilgub Jabar 2018 dan pemilih Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Hal itu merupakan hasil survei yang dilakukan Indonesia Strategic Institute (Instrat) dalam serial survei persepsi publik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

Analis Instrat Henry Baskoro menyatakan, tindakan unjuk kaos bertuliskan Ganti Presiden 2019 tak akan mampu menaikkan secara signifikan perolehan elektabilitasnya.

Mengacu pada hasil survei, jika pilpres digelar hanya diikuti Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), hasilnya pemilih Prabowo di Jabar masih lebih tinggi ketimbang pemilih Jokowi.

Prabowo dipilih oleh 47,6 persen responden, sedangkan Jokowi 40,8 persen, dan 11,7 persen lainnya belum atau tidak menentukan pilihan.

Namun, saat data pemilih Prabowo dan Jokowi ditabulasi silang dengan pilihan Gubernur Jabar 2018 mendatang, hasilnya 40,9 persen pemilih Prabowo memilih pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, 31,7 persen memilih pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, 11 persen memilih pasangan Sudrajat-Syaikhu, dan hanya 2,5 persen yang memilih pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan.

"Sementara 14 persen responden menyatakan belum atau tidak menentukan pilihan," ujar Henry melalui rilis yang diterima, Rabu (15/5).

Sebaliknya, saat pemilih Jokowi ditabulasi silang dengan pilihan Gubernur Jabar 2018, hasilnya 42,6 persen memilih Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, 27,7 persen memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, 6,8 persen memilih Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan, dan 4,2 persen memilih Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Sedangkan 18,7 persen sisanya belum atau tidak menentukan pilihan.

"Sekalipun mayoritas pemilih Jabar adalah pemilih Prabowo yang sebelumnya diusung oleh Partai Gerindra dan PKS, namun prediksinya memang takkan mampu menaikkan secara signifikan elektabilitas Asyik," tegasnya.

Pengumpulan data dilakukan antara 3-6 Mei 2018 melalui wawancara terstruktur face to face terhadap 1.800 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Metodologi survei multistage random sampling di 422 desa/kelurahan dari 333 kecamatan di 27 kabupaten/kota di Jabar dengan margin of error sebesar +-2,31%.

Seperti diketahui, Sudrajat-Syaikhu menyampaikan pesan 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden dalam segmen terakhir saat closing statement acara Debat Publik Pilgub Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin (14/5) malam. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini