Oposisi Dinilai Layak Isi Kursi Ketua MPR untuk Penyeimbang Demokrasi

Selasa, 1 Oktober 2019 23:21 Reporter : Dedi Rahmadi
Oposisi Dinilai Layak Isi Kursi Ketua MPR untuk Penyeimbang Demokrasi Rapat Paripurna Pelantikan Pimpinan DPR. ©2019 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Perebutan kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tengah menghangat antara Partai Golkar dan Partai Gerindra. Pengamat Politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai posisi penyeimbang atau oposisi perlu diperkuat agar sistem demokrasi Indonesia terus berkembang. Terutama dalam melaksanakan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

"Jika keliru wajib dikritik, namun jika sudah benar tentu harus di-support. Indonesia membutuhkan demokrasi yang seimbang. Apalagi dalam upaya memperbaiki hubungan masyarakat yang sempat terbelah saat pelaksanaan Pilpres 2019 maka harus diselesaikan dengan pembangunan politik dan ekonomi yang baik," ujar dia, Selasa (1/10).

Untuk itu, kata dia, posisi Ketua MPR Republik Indonesia bisa ditempati oleh koalisi partai oposisi, seperti Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau Partai Amanat Nasional (PAN).

"Kader Gerindra paling layak karena perolehan suaranya di Pileg 2019 paling besar di parpol koalisi pengusung Prabowo-Sandi. Namun, kalau pun karena proses politik harus dari partai koalisi Jokowi-Amin, maka kader Golkar lebih pas karena posisi di Pileg 2019 berada di tiga besar, bersama PDIP dan Gerindra," jelasnya.

Dalam ketentuan UU MD3, PDIP sebagai pemenang Pileg 2019, otomatis mendapatkan jatah Ketua DPR. Dan Puan Maharani sudah ditunjuk menempati posisi itu.

Sebelumnya, calon pimpinan MPR dari Gerindra, Ahmad Muzani meminta pesaingnya sebagai Ketua MPR, Bambang Soesatyo untuk mengalah. Dia klaim supaya tercapai konsensus.

"Sahabat saya, sekarang Ketua DPR, berarti pengen jadi ketua MPR lagi dong. Kalau saya kan wakil ketua MPR baru setahun setengah," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10).

"Jadi ya sudah gapapa, nanti mudah-mudahan Bamsoet nanti mengalah untuk konsensus, ya wis Gerindra saja. Ya Alhamdulillah, itu selesai. Namanya MPR, Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jadi Permusyawaratan diutamakan, begitu," tegas Muzani.

Dia tidak menyebut berapa fraksi yang mendukungnya sebagai ketua MPR. Muzani bilang akan menemui 136 dari DPD dan melakukan lobi-lobi dengan fraksi partai Golkar.

"Saya ga paham ada berapa fraksi. Yang udah pasti fraksi Gerindra," kata Muzani. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini