Moeldoko: Soal Reshuffle, Presiden Bilang Bisa Iya Bisa Tidak

Kamis, 2 Mei 2019 23:03 Reporter : Merdeka
Moeldoko: Soal Reshuffle, Presiden Bilang Bisa Iya Bisa Tidak Kepala Staf Presiden Moeldoko. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko buka suara terkait isu perombakan (reshuffle) kabinet, pasca tiga menteri terseret kasus dugaan korupsi di KPK. Moeldoko menyebut, Presiden Jokowi mengatakan reshuffle kabinet bisa saja terjadi ataupun tidak dalam waktu dekat.

Adapun tiga menteri kabinet kerja yang terseret kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) antara lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Perombakan kabinet ya presiden sudah mengatakan bisa iya, bisa tidak. Kami lihat kepentingannya," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5).

Kendati begitu, dia berharap Jokowi tak melakukan reshuffle kabinet di ujung pemerintahannya. Diketahui, masa kerja pemerintahan Jokowi-JK akan berakhir pada Oktober 2019.

"Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," kata dia.

Mantan Panglima TNI itu memastikan, Jokowi tak akan ikut campur dalam persoalan menterinya itu. Sama halnya saat Jokowi tak mengintervensi kasus hukum yang menjerat Menteri Sosial Idrus Marham.

"Sama juga dengan nanti akan diberlakukan terhadap menteri-menteri yang saat ini mungkin ada kaitannya dengan persoalan hukum. Tapi semuanya ini akan sedang berproses, belum tersangka dan sebagainya," jelas Moeldoko.

Menurut dia, kerja pemerintah saat ini tak terganggu meski tiga menteri terseret kasus dugaan korupsi. Moeldoko mengklaim tiga menteri tersebut masih bekerja dengan optimal.

"Saya pikir para menteri yang bersangkutan masih bekerja dengan optimum belum berpengaruh dengan situasi itu," tutur dia.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi terseret kasus dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Imam pun sudah diperiksa oleh penyidik KPK beberapa waktu lalu.

Nama Menpora kerap disinggung menerima hadiah atau komitmen berupa uang Rp 1,5 miliar. Hal itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) milik Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang dibacakan jaksa KPK dalam sidang terdakwa Ending.

Sementara itu, Menag Lukman tersandung kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. KPK menyita uang ratusan juta rupiah dan puluhan ribu dolar Amerika yang ditemukan di dalam laci meja kerja Menteri Agama. Total ada sekitar Rp 180 juta ditambah US$ 30 ribu.

Kemudian Mendag Enggar terseret kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Bowo mengaku menerima uang Rp2 miliar dari Enggar. Penyidik KPK pun lantas menggeledah ruang kerja dan rumah Enggar.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini