Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menegaskan komitmen pemerintah. Beliau berkomitmen untuk mempercepat pembukaan akses dan penataan hunian pascabencana di wilayah Aceh Timur. Penegasan ini disampaikan saat kunjungan ke Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh, pada Sabtu (24/1).
Tito berharap percepatan pembukaan akses dan penataan hunian yang tepat dapat mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Langkah ini juga bertujuan memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Mendagri secara khusus mengapresiasi semangat Bupati Aceh Timur yang dinilai tidak kendor dalam menghadapi situasi ini.
Desa Sahraja menjadi salah satu lokasi yang terdampak cukup berat akibat banjir bandang yang melanda. Seluruh rumah di desa tersebut hancur total, bahkan terdapat kayu log berukuran sangat besar di atas atap sekolah dan rumah warga. Kondisi ini menunjukkan tingginya genangan air banjir dan menuntut penanganan serius dari pemerintah pusat dan daerah untuk Pemulihan Pascabencana Aceh Timur.
Advertisement
Advertisement
Tito Karnavian menyoroti beratnya tantangan dalam membuka akses menuju lokasi terdampak di Aceh Timur. Hingga saat ini, masih ada wilayah yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Situasi ini secara signifikan menghambat upaya distribusi bantuan kemanusiaan dan logistik penting bagi warga.
Penyaluran logistik ke dusun-dusun yang terdampak parah, seperti yang dihuni sekitar 60 Kepala Keluarga, hanya dapat dilakukan setiap tiga hari sekali. Tim relawan dan petugas harus menyeberangi aliran sungai yang deras untuk mencapai permukiman warga. Koordinasi intensif dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera membuka kembali akses jalan.
Pemerintah pusat dan daerah terus bekerja keras secara terpadu untuk memastikan akses jalan dapat segera dilalui kendaraan roda empat. Jika tidak memungkinkan, setidaknya kendaraan trail bisa digunakan untuk pengiriman logistik penting. Akses melalui sungai juga menjadi alternatif sementara yang vital dalam upaya Pemulihan Pascabencana Aceh Timur.
Advertisement
Advertisement
Selain pembukaan akses, Mendagri juga menekankan pentingnya penataan kembali hunian warga pascabencana di Aceh Timur. Pembangunan hunian harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan keinginan masyarakat setempat. Pendekatan ini memastikan keberlanjutan dan penerimaan yang optimal oleh warga terdampak.
Tito menjelaskan bahwa masyarakat umumnya tidak menginginkan hunian yang diseragamkan dalam satu kawasan atau kompleks besar. Mereka lebih memilih untuk membangun kembali di tanah mereka sendiri. Namun, mereka mencari lokasi yang lebih tinggi dan aman dari potensi bencana di masa mendatang, untuk menghindari kejadian serupa.
Konsep pembangunan hunian sementara (huntara) atau hunian tetap yang mengakomodasi preferensi lokal ini menjadi kunci Pemulihan Pascabencana Aceh Timur. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keberlanjutan hidup bagi para penyintas bencana. Semangat pemimpin daerah yang kuat juga menjadi faktor pendorong bagi seluruh Satgas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews